Donggala Diharap Siap Jadi Daerah Penyangga IKN

oleh -
Ketua DPRD Provinsi Sulteng, Dr Hj Nilam Sari Lawira saat menghadiri peringatan HUT ke-70 Kabupaten Donggala, di halaman Kantor Bupati setempat, Jumat (12/08). (FOTO: HUMPRO DPRD SULTENG)

DONGGALA – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr Hj Nilam Sari Lawira, berharap, di usianya yamg ke-70 tahun, Kabupaten Donggala dapat lebih maju, dan punya daya saing serta siap menjadi daerah penyanggah calon Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Harapan ini disampaikan Nilam Sari saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-70 Kabupaten Donggala, di halaman Kantor Bupati setempat, Jumat (12/08).

Menurut Nilam Sari, nantinya akan dibuat pelabuhan terbesar dengan tol laut yang langsung menghubungkan ke daerah calon ibukota tersebut.

Puncak peringati HUT ke-70 ditandai dengan upacara, dipimpin langsung Bupati Donggala, Kasman Lassa.

Bupati Donggala, Kasman Lassa, mengatakan,. hari jadi ke-70 merupakan momen yang tepat bagi Donggala untuk bangkit menyambut dan memanfaatkan peluang yang ada dengan mendayagunakan semua potensi sumber daya yang dimiliki.

“Terutama memulihkan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19 dan bencana alam beberapa tahun yang lalu,” katanya.

Bahkan, kata dia, usia ini dirasakan penuh berkah bagi daerah Donggala karena di tahun ini pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator dan Investasi telah menyetujui Kabupaten Donggala sebagai kawasan pangan penyangga IKN baru.

“Dan oleh Bapak Gubernur Sulawesi Tengah telah ditandatangani Surat Keputusan Nomor 504/ 117.1/ DP MPR-G ST/2022 tentang Penetapan Desa Talaga Kecamatan Dampelas sebagai kawasan pangan penyangga IKN dengan luas lahan mencapai 1.223.59 hektar,” ujarnya.

Ia berharap, hal itu akan memberikan dampak positif bagi pembangunan di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan serta UMKM yang merupakan bagian terbesar dari struktur perekonomian Kabupaten Donggala.

Selain itu, kata dia, Kementerian Perhubungan juga telah melakukan MoU bersama Development Bank untuk pekerjaan rekonstruksi Pelabuhan Donggala senilai Rp400 miliar dan rekonstruksi Pelabuhan Wani senilai Rp200 miliar.

“Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional pembangunan infrastruktur tol laut yang menghubungkan antara kawasan Timur dengan ibukota negara yang baru,” tutupnya. *