PALU – Panitia Khusus (Pansus) Rehab Rekon DPRD Kota Palu menyimpulkan progress pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban bencana alam di Kota Palu baru mencapai 30 persen.

“Kita lihat sendiri turun di lapangan, masih banyak kelihatan yang dalam bentuk rangka bangunan daripada yang siap huni. Progressnya baru sekitar 30 persen. Padahal targetnya huntap sudah ditempati warga sebelum bulan Ramadhan,” ujar Ketua Pansus, Moh. Syarif, di DPRD Kota Palu, Rabu (04/03).

Olehnya, kata Syarif, pihaknya akan mendorong pemerintah agar aplikator atau para donatur bisa bekerja optimal untuk mengejar waktu yang tersisa.

“Kita harus bersama mendorong agar pemerintah lebih mengawasi dan mempercepat pembangunan huntap,” tegasnya.

Syarif menambahkan, hasil kerja Pansus juga menemukan berbagai persoalan dalam penanganan korban bencana.

“Kami memulai mencari informasi terkait dengan perselisihan data di tingkat lapangan. Rata-rata memang ada selisih data di setiap kelurahan. Hal ini yang harus kita upayakan untuk menyikapi secepatnya bagaimana masyarakat kita keluar dari ketegangan, rasa risau yang hari ini masih ada di huntara,” ujarnya.

Yang lebih mendesak lagi, lanjut dia, ada salah satu warga pemilik lahan pembangunan hunian sementara (huntara) yang sudah meminta lahannya kembali.

“Contohnya ada di Kelurahan Pengawu. Itu sudah bangun diskusi dengan pak camatnya bahwa lahan huntara itu sudah mau digunakan,” bebernya. (YAMIN)