DONGGALA – Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala menggerakkan kampanye pelestarian lingkungan kepada siswa dengan tanaman produktif.

Disdikpora bersama anak-anak SD dan SMP melakukan penanaman sepuluh pohon mangga, Jumat (06/02).

Aksi ini dilakukan oleh Disdikpora Donggala sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan dan mendukung program agribisnis berkelanjutan yang digagas Bupati Donggala Vera Elena Laruni.

Gerakan tanam mangga ini dimulai di halaman SD 8 Banawa, di Desa Loli Saluran, Kecamatan Banawa, dan dihadiri sedikitnya 30 kepala sekolah SD dan SMP. Pohon mangga yang ditanam adalah jenis harum manis.

“Kegiatan tersebut upaya untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendorong program ketahanan pangan sejak dini di sekolah,” ujar Kepala Dinas Dikpora Donggala, Ansyar Sutiadi.

Selain itu, lanjut Ansyar, gerakan menanam mangga di sekolah bertujuan untuk memberi ruang pembelejaran hidup kepada peserta didik, dan para guru, serta warga sekolah lainnya, sehingga para siswa bukan hanya belajar akademik, tapi juga belajar mencintai lingkungan.

“Pohon mangga, selain menjadi pohon untuk penghijauan dan dapat menyerap debu, mangga merupakan tanaman yang bernilai ekonomis. Program ini kan selaras dengan pendidikan karakter tentang mencintai lingkungan,” ucapnya.

Ansyar menambahkan, selain di Kecamatan Banawa, aksi tanam mangga ini juga akan dilaksanakan di wilayah pantai barat.

Kata dia, setiap kunjungannya bertemu kepala sekolah, maka akan dimulai dengan penanaman mangga.

“Konsep ini kan saya dapat dari teman-teman, sehingga pada saat silaturahmi saya dengan para kepsek disetiap kecamatan kita akan lakukan penanaman pohon mangga. Bayangkan kita bisa tanam sepuluh pohon dikalikan dengan sekita tujuh ratusan sekaolah itu sudah sekitar lima ribu pohon,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Disdikpora Donggala, Irwan, menambahkan, menanam pohon mangga merupakan salah satu pendekatan edukatif yang efektif untuk menanamkan jiwa wirausaha sejak dini atau bagi siswa.

Iwan mengatakan, dengan menanam mangga, menggabungkan aktivitas lingkungan dengan potensi ekonomi jangka panjang. Proses ini kata dia, mengajarkan bahwa hasil yang manis memerlukan ketekunan, perawatan, dan investasi waktu.

“Dengan aksi tanam mangga di setiap sekolah, kita berharap Donggala bisa menjadi kota penghasil mangga terbesar di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.