PALU- Direktur Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Nurcholis Basyari, menegaskan sebagai jurnalis harus memenuhi kewajiban etik, dengan cara mewawancarai pihak lain berpotensi merugikan sebab sentilan dalam tulisan.
“Kalau sudah, lalu ada mempermasalahkan tulisan kita di dewan pers, dewan pers melindungi dari kriminalisasi,” kata Nurcholis dalam pertemuan hybrid kunjungan industri SMK HS Agung Bekasi dan Kick Off Journalism Fellowship (JFC) On CSR Batch III 2026, Jumat (22/5).
Ia mengatakan, dewan pers menyatakan media mempublikasikan sudah memenuhi kode etik dengan memuat tanggapan. informasi tersebut sudah diuji, klarifikasi, dan konfirmasi.
Olehnya, ia mengingatkan semua ada pada diri jurnalis. Contoh konkretnya dalam liputan pengadilan, meski hakim menyatakan terbuka untuk umum, tidak lantas semua otomatis dipublikasikan. Tugas jurnalis menyaring mana layak dan relevan dipublikasikan.
“Kalau semua dipublikasikan, apa bedanya kita dengan pegiat media sosial (medsos),” katanya.
Olehnya kata dia, akurasi, keberimbangan, cover both side, termasuk didalamnya ada itikad buruk, itulah perbedaannya dengan pengiat medsos.
Usai memberikan arahan, para peserta pelatihan JFC, luar jaringan (luring) diajak bersama-sama puluhan siswa-siswi SMK HS Agung Bekasi melakukan kunjungan Industri ke laboratorium Rumah Belajar Tower Bersama Infrastructure Group (TBIG), sementara peserta daring cukup mengamati.
Dari pengamatan daring terhadap kunjungan puluhan siswa-siswi SMK HS Agung Bekasi turut didampingi, Kepala Sekolah SMK HS Agung Bekasi, Subur Taufiq dan guru pendamping Agung.
Puluhan siswa-siswi tersebut mendapat penjelasan secara detail peralatan dan perlengkapan serta proses kerja mekanisme dari penyedia jasa layanan telekomunikasi, sampai ke pelanggan tersebut dan tampak para siswa sangat antusias mendengarkan Eko Cipto Hidayat dan Aris Wahyudi (FTTH Front – End Section Head).
JFC Batch III 2026 merupakan kerja sama GWPP bersama PT TBIG, diikuti sekitar 15 jurnalis dari berbagai daerah. Selama sebulan para peserta mendapat materi dari nara sumber berpengalaman di bidangnya. JFC ini digelar secara daring dan ditutup dengan pertemuan luring diakhir bulan, serta kunjungan lapangan lokasi CSR/Rumah Batik TBIG di Pekalongan dan penutupan JFC Batch III 2026.

