PALU – Perayaan Dies Natalis ke-14 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako berlangsung meriah dan penuh keakraban melalui kegiatan Jalan Sehat dan Gembira yang dirangkaikan dengan Reuni Akbar serta launching Program Pendidikan Dokter Spesialis Satu (PPDS-1). Kegiatan tersebut digelar di halaman Fakultas Kedokteran Untad, Ahad (15/2), sebagai ajang silaturahmi keluarga besar FK Untad.
Memasuki usia ke-14 tahun, Fakultas Kedokteran Untad dinilai telah memasuki fase penting dalam proses pendewasaan institusi, sekaligus memperkuat perannya dalam mencetak tenaga medis berkualitas bagi daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu pilar utama pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan tidak akan terwujud tanpa masyarakat yang sehat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, lanjutnya, memandang keberadaan Fakultas Kedokteran Untad sebagai institusi strategis dalam menjawab kebutuhan tenaga medis yang kompeten, profesional, dan berintegritas.
Ia juga menyoroti tantangan pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah yang memiliki wilayah geografis luas dengan karakter kepulauan dan pegunungan serta akses layanan yang belum merata. Karena itu, dibutuhkan dokter yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian yang tinggi.
Momentum Dies Natalis ini turut ditandai dengan launching PPDS-1 Fakultas Kedokteran Untad yang membuka tiga program studi, yakni Penyakit Dalam, Bedah, dan Kebidanan. Terobosan tersebut diapresiasi sebagai langkah maju dalam memperkuat layanan kesehatan rujukan dan ketersediaan dokter spesialis di daerah.
Selain itu, dorongan juga disampaikan agar penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran mampu menjawab persoalan kesehatan khas daerah, seperti penyakit endemik, peningkatan gizi masyarakat, kesehatan ibu dan anak, serta penguatan sistem kesehatan berbasis komunitas.
Pada kesempatan tersebut, para alumni Fakultas Kedokteran Untad juga dimotivasi untuk melanjutkan pendidikan spesialis melalui dukungan program Berani Cerdas.
Turut hadir dalam kegiatan itu Rektor Universitas Tadulako Amar, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Rusydi, para dekan fakultas, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.**

