PALU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Palu menuai sorotan. Selama bulan Ramadan pengantaran MBG dilaporkan kerap mengalami keterlambatan, meski jarak dapur gizi dengan sekolah terbilang sangat dekat.
Diketahui dapur MBG untuk SMA 1 Palu berada di eks Kantor Polresta Palu Jalan Pemuda, Kelurahan Besusu Tengah, dengan jarak kurang lebih 300 meter dari sekolah. Program ini ditangani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Polda Sulawesi Tengah.
Salah seorang siswa Reisyah, mengungkapkan bahwa dalam tiga hari terakhir pengantaran MBG selalu molor dari jadwal. Padahal selama Ramadan jam belajar hanya berlangsung hingga pukul 13.00 Wita.
“Sudah tiga hari terlambat. Hari Senin datang jam 14.30 Wita, Selasa jam 14.00 Wita, dan Rabu ini sekitar jam 13.00 lewat. Padahal dapurnya dekat sekali dari sekolah. Harusnya bisa tiba sekitar jam 11.00 atau 12.00,” ujar Reisyah kepada media ini Rabu (25/2).
Akibat keterlambatan tersebut makanan kerap tidak sempat diambil karena siswanya sudah pulang sekolah. Bahkan menurutnya, pada Rabu siang pembagian makanan kering dalam kemasan mika terpaksa dilakukan di ruang terbuka di halaman sekolah tanpa dinding.
Keluhan juga datang dari orang tua siswa. Rosmiati meminta Polda Sulawesi Tengah melakukan evaluasi terhadap petugas SPPG di lapangan.
“Tiga hari berturut-turut terlambat. Kami minta dievaluasi. Selain itu, menu makanan kering selama puasa juga perlu diperhatikan. Apakah sudah sesuai standar gizi? Gorengan seperti itu apakah cukup untuk pemenuhan gizi anak SMA? ” ujarnya.
Ia berharap program MBG yang bertujuan baik tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal bagi para siswa, baik dari sisi ketepatan waktu distribusi maupun kualitas menu yang disajikan.
Menanggapi hal itu Kasubdit Penmas Polda Sulawesi Tengah, Kompol Reky Moniung, menyampaikan apresiasi atas informasi dan masukan dari masyarakat.
“Terima kasih atas informasinya. Keluhan tersebut sedang kami evaluasi untuk perbaikan ke depan,” singkatnya.

