PALU – Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Dr. H. Sidik, M.Ag, berkesempatan mengisi ceramah pada malam ke-14 Ramadan, di Masjid Raya Baitul Khairaat, Selasa (03/03).
Dalam tausiyah bertajuk “Menakar Makna Kesholehan dalam Islam”, Dr. Sidik menegaskan bahwa kesholehan sejati tidak cukup diukur dari intensitas ibadah ritual semata, tetapi harus tercermin dalam keseimbangan hubungan dengan Allah SWT dan hubungan dengan sesama manusia.
“Kesholehan bukan hanya soal rajin shalat, puasa, dan tilawah. Ia harus tampak dalam keseimbangan antara hablumminallah dan hablumminannas,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan, ada empat aspek utama yang menjadi tolok ukur kesholehan seorang Muslim. Pertama, beribadah dengan khusyuk dan ikhlas sebagai bentuk penghambaan yang tulus kepada Allah SWT. Kedua, berbuat baik kepada sesama sebagai manifestasi kesalehan sosial.
“Kesalehan sosial itu bagian dari iman. Tidak mungkin seseorang mengaku dekat dengan Allah, tetapi abai terhadap sesama,” tegasnya.
Ketiga, lanjut dia, menjaga lisan agar senantiasa berkata baik dan tidak menyakiti. Menurutnya, lisan yang tidak terjaga dapat merusak pahala ibadah yang telah susah payah dibangun.
“Ramadan melatih kita menahan lapar dan dahaga, tetapi yang lebih berat adalah menahan lisan dari kata-kata yang menyakiti,” katanya.
Keempat, tambahnya, menjaga hati dari penyakit-penyakit batin seperti iri, dengki, sombong, dan riya. Ia mengingatkan bahwa penyakit hati dapat menggerogoti nilai ibadah dan merusak kemuliaan akhlak seorang Muslim.
“Jangan sampai amal kita banyak, tetapi hati kita dipenuhi riya dan kesombongan. Itu bisa mengurangi bahkan menghilangkan nilai ibadah di sisi Allah,” ungkapnya.
Melalui tausiyah tersebut, jamaah diajak menjadikan Ramadan sebagai momentum muhasabah diri, tidak hanya memperkuat kualitas spiritual, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Ramadan, menurutnya, adalah madrasah pembentukan karakter, tempat seorang Muslim ditempa agar menjadi pribadi yang lebih bertakwa, berakhlak mulia, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. ***

