PALU – Dukungan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI mulai muncul di daerah, salah satunya di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Di Kabupaten Donggala sendiri, aksi dukungan terhadap RUU TNI itu dilakukan oleh buruh, tukang ojek, pedangang, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Salah seorang pegiat anti korupsi di Kabupaten Donggala, Heri Soumena, dalam orasinya, menyatakan dukungannya terhadap RUU TNI dalam upaya penegakan hukum.

Ia menyebut dari fakta hukum yang terjadi di Kabupaten Donggala ada tersangka kasus korupsi tetapi sampai saat ini tidak ditahan seolah-olah hukum bisa dimainkan.

“Karena itu hadirnya RUU TNI sebagai angin segar dalam memperkuat stabilitas negara dann penegakan hukum yang adil dan beradab,” ujar Heri dalam aksi damai yang digelar di Tugu Anjungan Gonenggati, Sabtu (29/03).

Heri menjelaskan, aksi yang dihadiri oleh masyarakat Donggala berlatar belakang buruh, ojek dan pedagang itu bertujuan memperkuat peran TNI sebagai penjaga kedaulatan negara. *