Dapat Perlawanan Sengit Dari Persipar, Palu Putra Gagal Amankan Poin Penuh

oleh -
Skuad Palu Putra (FOTO : facebook Palu Putra)

PALU – Ambisi Palu Putra untuk mengamankan tiga poin guna memperlebar jarak sekaligus merebut kembali posisi puncak klasemen Grup A Liga 3 Rayon Sulteng yang kini dihuni oleh Celebest FC, mendapatkan perlawanan sengit kala melakoni pertandingan melawan Persipar Parigi, di Stadion Gawalise Palu, Kamis (28/10).

Palu Putra menatap pertandingan kali ini dengan motivasi tinggi pasca bermain sama kuat dengan Persipal Palu pada pertandingan sebelumnya. Persipar Parigi yang sedang berada di posisi kedua terbawah juga bertekad untuk mendongkrak posisi mereka pada tabel klasemen.

Di pertandingan sore itu, Palu Putra merotasi sebagian besar pemain andalannya. Jika membandingkan starting line-up yang turun di pertandingan kali ini dengan pertandingan melawan Persipal, praktis hanya menyisakan tiga pemain yang tampil sejak menit awal kontra Persipal, yaitu Aldi Nanda, Rifaldi Yoto dan pemain senior M. Syahril.

Sepanjang  babak pertama, Palu Putra berhasil mengurung Persipar Parigi, sehingga Persipar tak memperoleh satupun  shot on-target pada 45 menit pertama. Skuad asuhan Rauf Haci itu benar-benar tak memberikan kesempatan untuk Persipar memegang bola dengan nyaman.

Pada menit ke-7 ancaman pertama Palu Putra untuk Persipar datang lewat tendangan bebas Alif Rahmat, namun sepakan kerasnya masih mampu digagalkan oleh pagar betis yang dibangun rapi oleh Persipar. Kemudian umpan crossing Refnal di menit 11 membahayakan pertahanan Persipar, sayang tak ada rekannya yang menyambut umpan itu. Selanjutnya Palu Putra coba untuk menusuk lewat sisi sayap, akan tetapi M. Fahmi dan M. Syahril yang silih berganti menerobos belum mampu menaklukkan kiper Persipar, Herdi.

Palu putra sebenarnya dapat memimpin lebih dahulu. Menit ke-33, M. Syahril dijatuhkan oleh Murdaim di kotak 12 pas. M. Syahril sendiri yang mengambil tendangan pinalti, gagal menjalankan tugasnya karena sepakannya melambung jauh ke udara. Papan skor masih tak berubah hingga waktu jeda.

Di babak kedua pelatih kepala Palu Putra, Rauf Haci memasukkan Gagap untuk menambah kreatifitas di lini tengah, serta Setiawan seorang bek kiri yang mampu menyerang dan bertahan dengan sama baiknya. Gol pembuka untuk Palu Putra terjadi di menit ke-58 saat Setiawan yang merangsek masuk ke pertahanan Persipar, mampu mengoyak jala penjaga gawang Herdi dan merubah skor menjadi 1-0 bagi Palu Putra.

Persipar Parigi tak mau mengakhiri pertandingan dengan 3 kekalahan beruntun, Tabrin Bunai coba memasukan Moh. Randi guna menambah daya gedor. Kepercayaan yang diberikan pelatihnya dijawab tuntas oleh Moh. Randi. Gol tendangan pinaltinya pada menit ke-68  berhasil menyamakan kedudukan.

Persipar seolah mendapatkan angin segar setalah gol penyama kedudukan. Peluang emas untuk Persipar kembali datang di menit 80 saat Striker mereka Agung J. Laika berlari sprint sejauh kurang lebih 40 meter dan meninggalkan pemain belakang Palu Putra, namun amat disayangkan saat sudah berhadapan satu lawan satu dengan Aldi Nanda sontekan menyusur tanahnya masih menyamping tipis disisi sebelah kiri tiang gawang Palu Putra. Sampai peluit panjang dibunyikan kedudukan 1-1 tetap menghiasi papan skor.

Saat sesi wawancara Rauf Haci kembali menegaskan ketidak puasanya atas kepimpinan wasit, ia menilai bahwa wasit seakan dikendalikan dan merugikan timnya.

“Secara hasil sudah cukup baik, namun saya melihat pertandingan hari ini seperti dikendalikan, sehingga terkesan kami tidak boleh menang”. Tegasnya

Dengan hasil ini Palu Putra dapat merasakan dinginnya puncak klasemen, namun kendati mengambil alih puncak klasemen, posisi Palu Putra belum aman karena di partai selanjutnya mereka sudah dinanti oleh lawan kuat, Celebest FC. Bagi Persipar Parigi, hasil ini membuat mereka memperoleh poin perdana dan akan kembali mencoba mengumpulkan poin berikutnya dengan bersua Kramat Jaya Lasoani Sabtu 30 Oktober 2021.

Reporter : Adim (magang)
Editor : Yamin