MOROWALI – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali menerima kunjungan Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) VI Makassar, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, bersama jajaran, Rabu (14/01).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara sektor industri strategis dan pertahanan laut dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Rombongan Dankodaeral VI Makassar memulai kunjungan dengan meninjau aktivitas operasional PT Vale melalui layar monitor di ruang kontrol (control room).
Pemantauan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai sistem terintegrasi yang digunakan perusahaan dalam memastikan keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan operasional.
Selanjutnya, rombongan meninjau Jetty Febriany, infrastruktur vital yang mendukung distribusi material proyek.
Jetty tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam rantai pasok, sekaligus membutuhkan dukungan pengamanan wilayah perairan yang stabil dan aman.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dankodaeral VI Makassar juga melakukan penanaman pohon di area nursery sebagai simbol komitmen bersama terhadap pelestarian lingkungan.
Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi PT Vale dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya melalui pengelolaan fasilitas dan sistem operasional yang terintegrasi.
“Kami melihat sangat luar biasa, dari jetty hingga seluruh fasilitas yang ada. Kolaborasi dan sinergi ini adalah kunci untuk memajukan negara kita. Semua harus saling mendukung. Tanpa militer yang kuat, pembangunan ekonomi tidak akan berjalan optimal. Keduanya harus beriringan,” ujarnya.
Ia juga menilai sistem yang dimiliki PT Vale telah terintegrasi secara menyeluruh dan termonitor secara real time, mulai dari aktivitas penambangan hingga pengiriman material. Bahkan, fasilitas jetty tersebut dinilai memiliki potensi strategis untuk mendukung kepentingan pertahanan laut di wilayah Morowali dalam kondisi tertentu.
Di tempat yang sama, Head of Bahodopi Project PT Vale, Wafir, mengatakan, peran TNI, khususnya unsur pertahanan wilayah dan laut, merupakan mitra strategis bagi keberlangsungan proyek.
“Sinergi yang kuat antara industri dan pertahanan menjadi fondasi penting agar operasional dapat berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan. Kami berharap kolaborasi yang telah terbangun ini dapat terus diperkuat melalui koordinasi yang baik, dukungan pengamanan, serta sinergi program yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Ia berharap, dengan adanya sinergi ini, tercipta ekosistem yang aman, stabil, dan berdaya saing, sehingga Indonesia dapat terus melangkah maju sebagai negara dengan fondasi ekonomi dan pertahanan yang kuat. ***

