Dampingi Anak Belajar Daring Demi Pembelajaran Optimal

oleh -
1008_Square

SINJAI – Situasi pandemi saat ini memaksa kegiatan belajar mengajar di sekolah dipindahkan ke rumah, demi keselamatan dan kesehatan bersama.

Melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guru mengajar melalui medium Zoom atau pengiriman tugas melalui Whatsapp. Proses pengajaran pun tidak bisa dilakukan sepenuhnya oleh guru sehingga orang tua harus turut serta mendampingi proses pembelajaran.

Kegiatan belajar di rumah juga harus dijaga kualitasnya untuk mendukung pembelajaran anak tampil optimal.

Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo menyelenggarakan webinar “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah” di Sinjai, Sulawesi Selatan (12/8), dengan peserta sebanyak 644 orang.

Program ini merupakan bagian dari Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital”. Kolaborasi ketiga lembaga tersebut dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Pada kegiatan kali ini, empat narasumber yang terdiri dari dosen, peneliti, dan pegiat literasi Universitas Udayana, Richard Togaranta Ginting; narablog dan kreator konten gaya hidup, Zilqiah Angraini; KPID Sulsel dan akademisi Universitas Hasanuddin, Irwan Ade Saputra; serta pewarta LKBN Antara, Debby Mano. Jalannya kegiatan dipandu moderator seorang jurnalis, Shinta Ardan.

Pemateri pertama, Richard membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Sukses Belajar Daring dengan Kemampuan Literasi Digital”. Menurut dia, penguasaan kemampuan literasi digital sangat diperlukan dalam pembelajaran daring. Kemampuan tersebut mencakup keterampilan mengenali kebutuhan informasi, membuat pertanyaan riset, mencari sumber informasi relevan, kritis menilai informasi, mengkomunikasikan, serta membagikan temuan informasi dengan efektif dan bertanggung jawab.

Berikutnya, Zilqiah menyampaikan materi berjudul “Perundungan Siber pada Anak-anak”. Ia mengatakan, online resilience (pertahanan daring) merupakan konsep bagaimana seseorang bertahan dalam menghadapi sesuatu yang sulit, berbahaya, dan beresiko pada dunia daring.

“Cara membangunnya: komunikasi aktif dengan anak, ciptakan lingkungan yang mendukung eksplorasi dan pembelajaran, serta kontrol dan tunjukkan konten positif pada anak,” pesannya.

Sebagai pemateri ketiga, Irwan yang membawakan tema budaya digital tentang “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”, mengatakan, literasi digital bagi pendidik diperlukan untuk mendesain pembelajaran daring efektif melalui penggunaan berbagai fitur yang membuat materi singkat, sederhana, menarik, dan interaktif dengan menggunakan infografis dan laman-laman belajar daring sebagai alat bantu.

Adapun Debby, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Keamanan Anak di Dunia Digital”. Ia mengatakan, untuk memastikan anak aman di dunia maya, lakukan pengaturan privasi pada akun media sosial anak, gunakan aplikasi yang aman, hindari iklan pop-up, bangun komunikasi, dan jadilah contoh yang baik bagi anak.

Pada sesi tanya jawab, salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang bagaimana memberikan motivasi agar anak bisa fokus maksimal dalam belajar daring. Narasumber menjelaskan bahwa penting untuk membuat anak merasa santai, tidak bosan, tetapi tetap terkontrol dalam belajar daring.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. ***