Damkar Latih Petugas Lapas Parimo Antisipasi Kebakaran

oleh -65 Kali Dilihat
Petugas Lapas Kelas III Parigi dibekali tata cara pemadam kebakaran. (FOTO : media.alkhairaat.id/Mawan)

PARIMO – Pemadam kebakaran pada Satuan Polisi pamong praja (Sat Pol PP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memberikan pelatihan antisipasi kebakaran kepada petugas lapas.

Kegiatan tersebut digagas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi Moutong, Selasa (28/09).

Kasubsi Keamanan dan Keteriban Lapas Kelas III Parigi Moutong, Agustinus Palumpun mengatakan, pelaksanaan pelatihan antisipasi kebakaran dilakukan sesuai instruksi Kemenkumham, guna membekali petugas keamanan Lapas cara memberikan pertolongan saat kebakaran, dan memberikan penyelematan kepada warga binaan.

“Tujuannya memotivasi para petugas, khususnya petugas keamanan Lapas Kelas III Parigi Moutong, untuk mengantisipasi keamanan,” ungkapnya.

Ia menuturkan,  pihaknya juga melibatkan petugas intalasi jaringan listik dari PLN setempat, untuk melakukan pemeriksaan sebelum melaksanakan kegiatan. Hasilnya, seluruh jaringan listrik di Lapas masih layak untuk digunakan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Sat Pol PP Parimo, Hamja Dg Majaja menjelaskan, para petugas Lapas harus dibekali dengan tiga cara penanganan kebakaran yakni, pecegahan agar kebakaran tidak terjadi, penanggulangannya dan penyelamatan warga binaan.

Menurut dia, pelatihan antisipasi kebakaran ini sangat penting dilakukan, bukan hanya di Lapas saja. Namun, juga sebaiknya dilakukan lembaga lainnya, sehingga meminimalisir kejadian kebakaran dan adanya korban jiwa.

“Rumah Sakit, Kejaksaan, Pengadilan, SPBU hingga SPBE di Pangi telah meminta kami melakukan kegiatan yang sama, dan telah dilaksanakan,” jelas.

Ia mengaku, kegiatan semacam ini secara proaktif dilakukan, tetapi minimnya anggaran menjadi salah satu penyebab tidak terlaksana pelatihan itu.

Ia menambahkan, pembekalan ini perlu dilakukan karena hampir 90 persen banyaknya kebakaran terjadi akibat arus listrik, selebihnya adalah kelalaian manusia seperti puntung rokok dan kebakaran hutan.

“Jadi sifatnya sekarang kami menunggu jika ada yang membutuhkan untuk mengundang kami memberikan pelatihan,” tutupnya.

Reporter : Mawan
Editor : Yamin