DONGGALA – Realisasi program cetak sawah baru di Kabupaten Donggala telah mencapai sekitar 80 hektare dari total lahan yang dikontrakkan seluas 112 hektare.
Program tersebut berasal dari Kementerian Pertanian untuk ketahanan pangan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan, Kabupaten Donggala, Bambang Widiyanto, mengatakan, luasan lahan pada program cetak sawah baru ini telah mengalami adendum atau perubahan. Sebelumnya, program tersebut diusulkan dengan luas mencapai 800 hektare.
“Namun, berdasarkan hasil Survei, Investigasi, dan Desain (SID), terjadi penurunan luasan lahan menjadi 112 hektare. Penyesuaian itu disebabkan oleh sejumlah faktor, di antaranya sebagian lahan masuk dalam kawasan hutan lindung serta adanya lahan yang merupakan areal perkebunan milik masyarakat,” ujarnya kepada MAL, Rabu (28/01).
Bambang menambahkan, pihaknya saat ini terus menggenjot penyelesaian program tersebut dan menargetkan pengerjaan rampung pada akhir Februari 2026.
Target tersebut lebih cepat dibandingkan batas waktu di sejumlah daerah lain di Sulawesi Tengah yang ditetapkan hingga 31 Maret 2026.
Terkait anggaran, Bambang menyebut program cetak sawah baru di Donggala menghabiskan dana sekitar Rp3 miliar. Jumlah tersebut menurun signifikan setelah adanya adendum luasan lahan.
“Bila mengacu pada usulan sebelumnya dengan luasan 800 hektare, anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp24,9 miliar,” kata dia.

