DONGGALA– Bupati Donggala Vera E Laruni menerima audiensi sejumlah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di ruang kerjanya, Kamis (22/1), Audiensi tersebut dihadiri oleh Yayasan Sikola Mombine, WALHI Sulawesi Tengah, SHEEP Indonesia, Evergreen Indonesia, dan IMUNITAS.
Pertemuan diawali dengan pemaparan OMS terkait wilayah program serta berbagai kegiatan tengah dijalankan di Kabupaten Donggala. Dalam kesempatan tersebut, OMS mendorong pembentukan Forum Multi Pihak sebagai instrumen kolaborasi strategis untuk mendukung pencapaian RPJMD serta visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Donggala.
Forum Multi Pihak tersebut dirancang sebagai ruang sinergi lintas aktor yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Donggala, OMS, akademisi, komunitas, dan media, dengan Bappeda Donggala sebagai leading sector. Kehadiran forum tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai inisiatif OMS yang selama ini berjalan secara parsial agar saling menguatkan dan berdampak lebih luas terhadap pembangunan daerah.
Isu-isu selama ini dikerjakan OMS bersifat cross cutting dan sejalan dengan program pemerintah daerah. Oleh karena itu, forum tersebut diyakini dapat mendukung percepatan pembangunan yang tengah diinisiasi Pemerintah Kabupaten Donggala. Selain itu, forum tersebut juga diharapkan mempermudah OMS dalam melakukan advokasi kebijakan serta membuka akses terhadap data pemerintah, baik di tingkat komunitas maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Direktur Eksekutif Yayasan Sikola Mombine, Nur Safitri Lasibani, menjelaskan bahwa pembentukan Forum Multi Pihak tidak membebani APBD, mengingat OMS terlibat memiliki sumber pendanaan mandiri.
“Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, Forum Multi Pihak ini justru menjadi bentuk dukungan OMS melalui program-program telah dan sedang dijalankan. Kami juga melihat kepemimpinan Bupati Vera sebagai perempuan semakin melegitimasi citra pemimpin partisipatif, membuka ruang kolaborasi, serta mendorong program-program pembangunan lebih inklusif,” ujarnya.
Sementara, Stevandi, perwakilan WALHI Sulawesi Tengah, menilai Forum Multi Pihak dapat menjadi jalur advokasi baru yang melengkapi mekanisme advokasi telah berjalan.
“Melalui kolaborasi, harapannya advokasi kepada pemerintah daerah dapat dilakukan secara lebih efektif dan maksimal,” katanya.
Forum Multi Pihak juga diharapkan menjadi entry point untuk mengakses sumber-sumber pendanaan baru. Hal tersebut mengingat banyak lembaga donor mensyaratkan adanya dukungan pemerintah daerah serta kolaborasi multi pihak. Di sisi lain, terdapat pula sumber pendanaan tertentu tidak dapat diakses pemerintah, namun dapat diakses oleh OMS atau NGO.
Bupati Donggala Vera menyampaikan apresiasi atas kontribusi OMS yang selama ini telah membantu kerja-kerja pemerintah daerah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya menyambut terbuka inisiatif pembentukan Forum Multi Pihak di Kabupaten Donggala. Harapannya, forum ini dapat semakin mensinergikan kemitraan antara pemerintah daerah dan OMS/NGO. Selanjutnya, silahkan berkoordinasi dengan Bappeda Donggala, dan saya akan menyampaikan inisiatif ini kepada seluruh OPD terkait untuk mendukung implementasinya di lapangan,” ujar Vera.
Dalam kondisi efisiensi anggaran yang sedang berlangsung, Vera juga berharap OMS atau NGO yang memiliki sumber pendanaan mandiri dapat turut membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan program-program sejalan dengan agenda pembangunan daerah.
Ke depan, Forum Multi Pihak di Kabupaten Donggala diharapkan menjadi wadah kolaborasi strategis memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan OMS. Dengan dukungan lintas aktor, forum ini tidak hanya mempercepat pencapaian target pembangunan, tetapi juga membuka peluang pendanaan baru serta memperkuat legitimasi peran Organisasi Masyarakat Sipil di Kabupaten Donggala.
***

