PARIMO – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Erwin Burase, menyiapkan peralatan sederhana untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di dua kecamatan, yakni Parigi Utara dan Siniu.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat meninjau langsung lokasi Karhutla, Kamis (5/2).

Menurutnya, penanganan awal dilakukan dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia di lapangan.

“Dalam penanganan ini, kami menyiapkan mesin alkon untuk menampung air serta peralatan seadanya seperti ember dan selang guna memadamkan api,” ungkap Erwin Burase.

Ia menjelaskan, upaya pemadaman terkendala kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan roda empat serta angin kencang yang menyebabkan api cepat menyebar.

Untuk memperkuat penanganan, Pemerintah Kabupaten Parigmo dalam waktu dekat akan menyalurkan bantuan tambahan berupa tangki semprot dan alat pelindung diri (APD) bagi petugas pemadam di lapangan.

“30 unit alkon dari dinas Tanam Pangan Hortikultura dan Perkebunan, akan diarahksn kelokasi kebakanran baik Avolua dan Uwevolo,” Jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga telah mengusulkan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan saat ini masih menunggu persetujuan dalam satu hingga dua hari ke depan.

Bupati juga menilai pemadaman dari udara menggunakan helikopter menjadi salah satu opsi, mengingat luas dan kondisi kebakaran. Namun, hal tersebut masih perlu dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak Kepolisian Daerah (Polda) terkait ketersediaan dan penggunaan helikopter.

“Untuk penanganan lebih lanjut, saya akan berkoordinasi dengan Gubernur terkait kondisi Karhutla di dua kecamatan ini. Dalam waktu dekat, saya akan menyampaikan laporan secara langsung,” jelasnya.

Sementara itu, terkait luas area terdampak, data sementara dari pemerintah provinsi berdasarkan pantauan satelit menunjukkan sekitar 90 hektare lahan terbakar. Namun, angka tersebut masih akan diverifikasi di lapangan, terutama untuk memastikan luas kerusakan lahan milik warga.

“Tim di lapangan saat ini masih melakukan pendataan. Di posko tercatat sekitar 40 hektare lahan terbakar. Karena adanya perbedaan data, pendataan ulang sedang dilakukan,” pungkas.