MOROWALI – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali untuk tidak merumahkan tenaga honorer yang selama ini telah mengabdi di lingkungan pemerintah daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Iksan saat memberikan arahan pada apel umum bersama aparatur sipil negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Morowali, Kompleks Perkantoran Fonuasingko, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Senin (19/16).
Dalam sambutannya, Iksan menyatakan tidak menginginkan adanya kebijakan yang dapat merugikan nasib para tenaga honorer, khususnya mereka yang telah lama bekerja dan menggantungkan hidup dari pengabdian tersebut.
“Saya ingin sampaikan, persoalan anak-anak honorer, saya tidak mau tahu dan saya tidak ingin mereka dirumahkan. Yang sudah dirumahkan, panggil kembali,” tegas Iksan.
Bupati juga menyinggung soal kemampuan keuangan daerah dan mengajak seluruh pihak untuk berpikir secara jernih terkait predikat Morowali sebagai daerah yang dikenal memiliki potensi besar.
“Mana itu daerah kaya? Coba kita cubit diri kita, mana itu kata-kata daerah yang kaya,” ujarnya di hadapan peserta apel.
Menurut Iksan, tenaga honorer yang ada bukanlah tenaga baru, melainkan telah lama berkontribusi dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Morowali. Oleh karena itu, kebijakan terkait honorer harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan serta dampak sosial yang ditimbulkan.
“Kita pikirkan, ada nasib sekitar 1.000 orang di situ, biarpun ada undang-undangnya. Jadi saya sampaikan, bulan Januari ini saya tidak ingin mereka dirumahkan,” tambahnya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Morowali akan terus mencari solusi terbaik agar persoalan tenaga honorer dapat disikapi secara bijak, adil, dan manusiawi, tanpa mengabaikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian serius dari seluruh peserta apel dan menjadi sinyal kuat komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali dalam menjaga keberlangsungan kerja serta kesejahteraan tenaga honorer di daerah. **

