MOROWALI – Praktik pengelolaan lingkungan berkelanjutan yang diterapkan PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali mendapat apresiasi dari pimpinan daerah.

Hal ini terlihat saat Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah area operasional PT Vale IGP Morowali, Desember lalu.

Kunjungan tersebut mencakup peninjauan area port dan jetty, ruang kontrol operasi, hingga kawasan reklamasi Rasyidah, yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai aktivitas operasional perusahaan, mulai dari logistik hingga pengelolaan lingkungan pascatambang.

Bupati Morowali menilai kondisi lapangan mencerminkan komitmen nyata PT Vale dalam menjaga kelestarian lingkungan, tidak sekadar menjalankan kewajiban administratif. Ia mengaku menyaksikan langsung proses barging di pelabuhan PT Vale yang berlangsung tanpa indikasi pencemaran.

“Alhamdulillah, kami melihat langsung aktivitas barging di pelabuhan PT Vale yang berjalan tanpa adanya air berwarna merah. Ini menunjukkan perhatian serius perusahaan terhadap lingkungan. Di area reklamasi, kami juga ikut menanam pohon dan melihat kesiapan penanaman dengan tanaman khas lokal Morowali. Ke depan, tentu kami berharap ada pengembangan jenis tanaman lain, termasuk tanaman buah,” ujar Iksan.

Ia menegaskan, upaya yang dilakukan PT Vale patut menjadi contoh bagi perusahaan tambang lain yang beroperasi di sekitar wilayah Morowali.

Menurutnya, langkah perusahaan dalam menyiapkan area reklamasi bahkan sejak tahap awal pembukaan lahan merupakan praktik baik yang perlu ditiru oleh para pemangku kepentingan sektor pertambangan.

Selain itu, rombongan pemerintah daerah turut meninjau sistem pengelolaan air tambang melalui pond sediment yang diterapkan PT Vale.

Bupati Morowali menilai sistem tersebut dirancang dengan baik dan menjadi indikator keseriusan perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan.

“Air yang keluar dari ujung pond terlihat jernih. Ini menandakan pengelolaan lingkungan yang serius dan layak menjadi rujukan bagi perusahaan lain. Hari ini saya merasa bangga dan salut terhadap PT Vale,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga melihat langsung ruang kontrol operasi yang memantau aktivitas barging dan kegiatan tambang secara real time.

Sistem pemantauan ini dinilai mencerminkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan, sekaligus memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku.

Head of Bahodopi Project PT Vale IGP Morowali, Wafir, menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan merupakan fondasi utama dalam setiap aktivitas perusahaan. Menurutnya, perlindungan lingkungan menjadi landasan operasional PT Vale sebagai bagian dari industri pertambangan modern.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan adalah kunci. Karena itu, kami tidak hanya berupaya memenuhi standar lingkungan, tetapi juga melampauinya, agar operasional hari ini tidak mengorbankan masa depan,” ujar Wafir.

Ia menambahkan, PT Vale berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Morowali agar pertumbuhan industri berjalan seiring dengan pembangunan daerah, perlindungan lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Bagi kami, Morowali bukan sekadar lokasi operasi, tetapi rumah bersama yang harus dijaga dan dibangun secara berkelanjutan,” tambahnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan Kapolres Morowali, AKBP Zulkarnain, yang turut melakukan kunjungan ke area port, jetty, dan kawasan tambang PT Vale IGP Morowali. Ia menilai sistem pengelolaan operasional dan lingkungan yang diterapkan PT Vale dapat menjadi rujukan bagi perusahaan lain.

“Setelah melihat langsung di lapangan, kami menilai PT Vale layak menjadi contoh, khususnya dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Perencanaan jangka panjang perusahaan ini juga terlihat jelas dan diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi pemerintah daerah tersebut sejalan dengan komitmen lingkungan yang sebelumnya telah ditunjukkan PT Vale Indonesia Tbk melalui IGP Morowali.

Pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 29 November 2025, PT Vale melaksanakan penanaman pohon serentak di wilayah operasional sebagai bagian dari agenda perlindungan lingkungan dan kontribusi terhadap agenda iklim global.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan keberlanjutan grup tambang nasional di bawah naungan Mining Industry Indonesia (MIND ID).

Tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, program ini dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk pemulihan ekosistem dan ketahanan lingkungan pascatambang.

Di wilayah IGP Morowali, penanaman difokuskan di area reklamasi Gabriella Hills dengan melibatkan karyawan, kontraktor, dan mitra kerja.

Sebanyak 1.038 bibit telah ditanam dari total target 2.038 bibit sepanjang tahun 2025, sebagai bagian dari rehabilitasi lahan seluas 7,3 hektare yang telah ditanami lebih dari 5.000 pohon.

Jenis tanaman yang digunakan antara lain sengon, bitti, serta sejumlah spesies endemik Sulawesi. Pemilihan tanaman tersebut bertujuan memperkuat struktur tanah, meningkatkan kualitas udara, sekaligus mengembalikan keanekaragaman hayati di kawasan pascatambang.

Wafir menegaskan bahwa sebagai produsen nikel strategis untuk mendukung transisi energi global, PT Vale memandang keberlanjutan bukan hanya sebagai tuntutan industri, melainkan amanah moral.

“Pertumbuhan ekonomi memang penting, tetapi menjaga warisan ekologis bangsa adalah tanggung jawab yang tidak dapat ditawar. Pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,” ungkapnya.