PARIMO – Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo) melakukan langkah cepat dalam proses pelayanan publik selama 100 hari kerja kedepan untuk menyatukan visi misi pembangunan daerah.
Bupati Parimo, Erwin Burase menegaskan komitmen kepemimpinannya yang berfokus pada pelayanan publik, reformasi birokrasi, dan percepatan program pembangunan. Ia menyampaikan sejumlah program strategis 100 hari kerja yang telah dirangkum oleh Sekretaris Daerah, antara lain.
“Terdapat 12 Program yang dilaksanakan kedepannya diantaranya, distribusi tabung LPG 3 kg gratis kepada masyarakat, program Berkah Mingguan di pasar-pasar tradisional, pemberian seragam sekolah baru gratis untuk siswa SD dan SMP, pelayanan kesehatan gratis dan ambulans rujukan tanpa biaya, penataan kota bersih dan tata kelola persampahan yang terintegrasi, penanganan illegal logging, illegal mining, dan illegal fishing,”ungkapnya saat memimpin Rapat bersama kepala OPD, Camat dan beberapa pejabat lainnya, Senin (16/06)
Selain itu, penataan kantor layanan publik dan digitalisasi administrasi ASN, pelayanan administrasi kependudukan di tingkat kecamatan, penertiban hewan ternak liar, pengusulan pengangkatan P3K dengan kontrak lima tahun, pembukaan lapangan kerja baru, dan optimalisasi pengelolaan TPA/TPS.
“Kami akan fokus merealisasikan program-program pemerintah daerah agar manfaatnya dapat segera dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, keterbukaan informasi publik akan menjadi bagian penting dari tata kelola pemerintahan ke depan. Untuk itu, perlu mendapat dukungan dari masyarakat dalam program strategis ini sebagai bagian dan komitmen bersama mewujudkan Parimo yang maju, mandiri, dan berkelanjutan melalui Gerbang Desa.
Ia menambahkan, proses pengisian jabatan yang masih kosong akan segera dilakukan dengan mengedepankan penilaian berbasis kinerja dan kebutuhan organisasi.
Wakil Bupati Abdul Sahid, S.Pd., turut menambahkan pentingnya disiplin kerja aparatur, dedikasi, dan profesionalitas dalam menghadirkan birokrasi yang melayani. Ia menekankan pentingnya penataan kota modern yang ramah publik, penguatan ekonomi kreatif, serta pengawasan kebersihan dan tata kelola lingkungan hingga ke tingkat desa.
“Pemanfaatan sumber daya alam dan komoditas unggulan daerah harus dikelola secara berkelanjutan, dengan memperhatikan regulasi agar dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkasnya.
Reporter: Mawan
Editor : Yamin

