PALU – Badan Usaha Milik Alkhairaat (BUMA) terus memperkuat potensi ekonomi pertanian masyarakat dengan menyiapkan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) modern guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

Ketua Pokja Bidang Pertanian dan Perkebunan BUMA, Muh Adam, Kamis (5/2/), mengatakan pihaknya saat ini telah memiliki sejumlah Alsintan yang dapat dimanfaatkan petani untuk mengelola lahan pertanian secara lebih efektif.

“Alsintan yang kami miliki antara lain combine harvester, yaitu alat pertanian modern yang menggabungkan tiga proses sekaligus, mulai dari memotong, merontokkan, hingga membersihkan hasil panen. Alat ini sudah banyak digunakan petani saat masa panen,” ujar Adam.

Ia menjelaskan, combine harvester bekerja dengan memotong tanaman padi, memisahkan bulir padi dari tangkainya, serta membersihkan kotoran seperti jerami dan material lainnya. Selain itu, BUMA juga telah menyiapkan berbagai Alsintan pendukung pertanian lainnya.

“Kami secara bertahap melengkapi kebutuhan Alsintan untuk mendukung sektor pertanian di Sulawesi Tengah. Untuk sementara, layanan ini masih difokuskan di wilayah Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala),” jelasnya.

Seluruh Alsintan yang berada di bawah naungan BUMA, lanjut Adam, dipusatkan di kawasan pertanian organik milik Alkhairaat yang berlokasi di Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi. BUMA juga membuka ruang bagi para petani yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Penggunaan Alsintan dilakukan melalui mekanisme sewa pakai. Petani dapat langsung menghubungi Ashar Hasyim atau melalui PB Alkhairaat,” katanya.

Penggunaan alat pertanian modern ini diharapkan mampu menghemat waktu dan tenaga, menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi kerja, serta menghasilkan produk pertanian yang lebih berkualitas.

Diketahui, Badan Usaha Milik Alkhairaat (BUMA) merupakan unit bisnis strategis yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi umat, khususnya di sektor pertanian organik, energi terbarukan, dan kemitraan strategis.

BUMA berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui transfer pengetahuan dan pengembangan komoditas lokal, seperti beras organik, bekerja sama dengan berbagai mitra strategis.