PALU – Keterbatasan kantor cabang dan mesin ATM di wilayah kepulauan tidak menjadi hambatan bagi Bank Syariah Indonesia untuk memperluas layanan perbankan di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hal itu ditegaskan Kepala Cabang BSI Palu Moh. Yamin, Andang, saat bertemu Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Nuryamin, Kamis (21/5).

Menurut Andang, BSI menerapkan pola layanan “jemput bola” dengan menurunkan langsung tim ke daerah-daerah yang belum memiliki kantor cabang maupun ATM, termasuk kawasan kepulauan.

“Jika nasabah tidak bisa datang ke kantor cabang, tim kami dapat turun langsung ke daerah. Pelayanan administrasi maupun kredit tetap bisa dilakukan melalui koordinasi antar cabang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, layanan untuk wilayah kepulauan seperti Banggai Kepulauan dan Banggai Laut saat ini didukung oleh tim dari Luwuk agar kebutuhan transaksi dan administrasi nasabah tetap terpenuhi.

Dengan sistem tersebut, masyarakat maupun pegawai di daerah terpencil tetap dapat mengakses layanan perbankan tanpa harus datang langsung ke kantor cabang utama.

Selain pelayanan tatap muka, BSI juga mendorong penggunaan layanan digital seperti mobile banking, transaksi cashless, QRIS, hingga pemanfaatan ATM lintas bank.

BSI juga memperkenalkan penggunaan kartu kredit pemerintah untuk mendukung kebutuhan operasional instansi.

Dalam pertemuan itu, perhatian khusus diberikan kepada pegawai di daerah kepulauan serta pegawai senior yang dinilai masih membutuhkan pendampingan dalam penggunaan layanan digital perbankan.

“Kami memahami masih ada pegawai yang belum terbiasa dengan sistem digital. Karena itu nanti akan ada sosialisasi dan penjelasan yang lebih sederhana agar seluruh pegawai bisa memahami layanan BSI dengan mudah,” kata Andang.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan perbankan dapat diakses secara merata, termasuk di wilayah yang belum memiliki infrastruktur perbankan lengkap. *