Buol – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buol secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Survei Komoditas Strategis Pertanian dan Perkebunan yang dirangkaikan dengan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, Kamis (26/2), di Aula Kantor BPS Kabupaten Buol.
Kegiatan ini melibatkan petugas lapangan, mitra statistik, serta pegawai internal BPS yang akan berperan dalam pelaksanaan survei dan sensus ke depan. Pelatihan difokuskan pada peningkatan pemahaman metodologi, ketelitian pencatatan, serta penguatan kapasitas teknis petugas di lapangan.
Kepala BPS Kabupaten Buol, Edwin Jurnalis dalam sambutannya menegaskan bahwa survei komoditas strategis pertanian dan perkebunan memiliki peran penting dalam menyediakan data yang akurat dan terpercaya. Data yang dikumpulkan mencakup luas tanam, luas panen, produksi, produktivitas, hingga perkembangan harga komoditas unggulan daerah.
“Data statistik yang berkualitas menjadi fondasi utama dalam perumusan kebijakan pembangunan. Oleh karena itu, petugas harus bekerja secara profesional, objektif, dan berpedoman pada metodologi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi penopang utama perekonomian masyarakat di Kabupaten Buol. Ketersediaan data yang presisi dinilai sangat penting untuk membantu pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, serta penguatan daya saing komoditas unggulan.
Selain pembekalan teknis survei, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemaparan awal terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar secara nasional mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Sosialisasi ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh kepada petugas mengenai konsep dasar, tujuan, tahapan, serta urgensi sensus dalam memetakan potensi dan struktur ekonomi, termasuk di Kabupaten Buol.
Sensus Ekonomi 2026 ditargetkan menghasilkan data komprehensif mengenai jumlah dan karakteristik pelaku usaha, struktur lapangan usaha, tingkat adopsi digital, serta kontribusi sektor ekonomi terhadap pertumbuhan. Informasi tersebut nantinya menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah, agar lebih terarah dan berbasis data.
Pelatihan berlangsung dinamis melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, hingga simulasi pengisian kuesioner. Peserta terlihat aktif, terutama saat praktik wawancara dan pengisian instrumen survei untuk meminimalkan potensi kesalahan pencatatan.
Di akhir kegiatan, Edwin berharap seluruh peserta memahami tanggung jawab sebagai garda terdepan dalam pengumpulan data statistik.
“Keberhasilan survei dan sensus sangat bergantung pada kualitas kerja petugas di lapangan. Mari kita bersama menjaga kepercayaan masyarakat dengan menghasilkan data yang valid, reliabel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya.
Melalui pelatihan dan sosialisasi ini, BPS Kabupaten Buol optimistis pelaksanaan Survei Komoditas Strategis Pertanian dan Perkebunan serta Sensus Ekonomi 2026 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.***

