Bpjamsostek Sosialisasikan Program Uang Muka Rumah

oleh -

PALU- BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) terus meningkatkan pelayanannya kepada peserta dengan menawarkan berbagai manfaat tambahan, selain manfaat utama seperti Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua.

Kepala BPJamsostek Cabang Sulawesi Tengah, Andi Syamsu Rijal, pada Selasa (09/07) dalam kegiatan Sosialisasi Manfaat Layanan Tambahan BPJamsostek dan Program Sertakan, mengungkapkan bahwa selain tiga manfaat utama, BPJamsostek juga menawarkan Jaminan Kehilangan Pekerjaan, Jaminan Pensiun, serta manfaat layanan tambahan lainnya seperti uang muka rumah bagi peserta yang telah terdaftar minimal satu tahun.

Andi Syamsu Rijal menambahkan, pihaknya semakin gencar melakukan sosialisasi terkait manfaat tambahan BPJamsostek, khususnya uang muka rumah masih belum banyak dimanfaatkan oleh peserta.

“Saat ini kami masifkan sosialisasi soal Manfaat Layanan Tambahan BPJamsostek, apalagi rumah menjadi kebutuhan dasar bagi pekerja. Ini juga merupakan program nasional agar setiap pekerja memiliki rumah sendiri. Untuk Sulawesi Tengah, belum banyak peserta memanfaatkan program tersebut, makanya kami terus dorong. Program ini tidak hanya bisa digunakan untuk uang muka rumah, tetapi juga untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)/Take over, Pinjaman Renovasi Rumah, dan Kredit Konstruksi,” jelasnya.

Rijal menambahkan bahwa kebijakan uang muka rumah berlaku bagi peserta yang menerima upah atau didaftarkan oleh perusahaan serta belum pernah mengajukan uang muka rumah ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Syarat untuk memanfaatkan layanan tambahan tersebut adalah perusahaan yang mendaftarkan peserta tidak pernah melakukan tunggakan, serta melaporkan jumlah upah sesuai diterima oleh peserta. Jika semua syarat terpenuhi, karyawan perusahaan tersebut bisa mengajukan Manfaat Layanan Tambahan BPJamsostek,” terangnya.

Sementara , terkait perbankan dilibatkan dalam melaksanakan Program MLT, Rijal menjelaskan bahwa untuk Sulawesi Tengah, BPJamsostek hanya bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN).

Reporter :**/IKRAM