PALU- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi tengah (Sulteng) menyebutkan menindak tegas dengan tembak ditempat bagi bandar narkoba, mengingat dampak ditimbulkan merusak generasi anak bangsa.
“Kalau memang ada informasi akurat dan A1 bandar narkoba, saya siap tembak ditempat, apalagi kalau ada perlawanan,” kata Kaban Narkotika Nasional Sulteng Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Ferdinand Maksi Pasule dalam konferensi akhir tahun di Kantor BNNP Sulteng, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Palu, Jumat petang (19/12).
Dalam kesempatan tersebut Kaban, memaparkan kinerja BNNP kurun waktu Januari hingga Desember berhasil mengungkap 34 kasus berkas perkara, dan jumlah kasus P21 sebanyak 27 Laporan Kasus Narkotika (LKN). Dengan jumlah tersangka 47 orang terdiri 39 orang laki-laki dan 8 orang perempuan.
Adapun barang bukti disita kata dia, sabu 1.195 gram, ganja 2.699 gram, uang tunai Rp 169.124.000, kendaraan roda dua (R2),, 4 unit dan kendaraan roda 4 , satu unit.
Ferdinand menyebutkan, pengungkapan tersebut mencerminkan bahwa peredaran narkoba di Indonesia masih menjadi ancaman serius, dengan modus operandi semakin beragam dan terorganisir.
“Jaringan narkotika memanfaatkan jalur darat, laut, dan udara, termasuk
memanfaatkan teknologi digital dan sistem transaksi non-tunai untuk menghindari deteksi aparat penegak hukum,” ujarnya.
Ferdinand mengatakan, untuk menguatkan perlawanan terhadap narkoba, pihaknya
terus membangun sinergi dengan
berupa kerja sama dengan organisasi pemerintah daerah, masyarakat dan pihak swasta.
“Berbagai perjanjian kerja sama dan
program pencegahan/pemberdayaan masyarakat telah dilaksanakan,” ujarnya.
Olehnya, kata dia, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta perang melawan narkoba guna mewujudkan Indonesia Bersinar.

