BLT di Siniu Dipotong, Polisi: Kades Tak Pelajari Juknis

oleh
Kabag OPS Polres Parimo, Junus Achpa

PARIMO- Dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa  oleh Pemerintah Desa Siniu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. masuk dalam penanganan Polisi Resort sekitar.

Pemotongan BLT DD yang pertama kali dilakukan oleh kepala Desa dari 278 desa di Kecamatan Siniu. Pemotongan sebanyak Rp 100 ribu per Kepala Keluarga dari 152 penerima. Alasannya untuk dibagikan kepada masyarakat yang belum terdata. Dana yang terkumpul terdapat sebanyak Rp14 juta.

Kabag OPS Polres Parimo, AKP. Junus Achpa, mengatakan, saat ini telah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi.

“Saat ini sudah dilakukan penanganan oleh sat reskrim Polres Parimo,” jelasnya saat ditemui sejumlah media, Selasa (19/5).

Kepala DPMPD Parimo, Fit Dewana, membenarkan adanya pemotongan BLT DD yakni Desa Siniu. Pihaknya langsung mengkonfirmasi Kades tersebut, terkait adanya pemotongan diakibatkan melebihi jumlah alokasi yang ditetapkan.

“Jumlah penerima dan bantuan yang diberikan tidak sesuai, sehingga Kades melakukan pemotongan untuk diberikan kepada warga lainnya,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, berdasarkan keterangan Kades Siniu, melakukan tindakan tersebut untuk menjaga situasi tetap kondusif dalam menghadapi pandemi COVID-19. Bahkan Kades tidak lagi melihat atau mempelajari petunjuk teknis.

“Karena sudah terpojok dan sempat panik, karena banyak warga yang mendaftar dengan situasi itu, maka ia melakukan pemotongan Rp100 ribu per KK,” ujarnya.

Ia mengingatkan, bagi desa yang jumlah masyarakat miskin lebih besar namun yang dialokasikan kecil, dapat menambah alokasi setelah  mendapat persetujuan dari kepala daerah dalam ini Bupati. (MAWAN)