PALU – Kegiatan Pramuka Peduli Kependudukan yang digelar Tim Kerja 3 Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah di SMP Gamaliel Palu berlangsung interaktif.

Siswa terlibat aktif dalam diskusi mengenai isu pernikahan dan perencanaan keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai persoalan kependudukan sejak dini, termasuk pentingnya kesiapan dalam membangun keluarga di masa depan.

Narasumber Astrid Sagita Tandi mengangkat fenomena childfree, yakni pilihan pasangan menikah untuk tidak memiliki anak.

Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut umumnya dipengaruhi faktor ekonomi maupun pertimbangan pribadi.

Meski demikian, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tetap mendorong konsep keluarga kecil yang sehat dan sejahtera melalui perencanaan yang matang.

“Pernikahan membutuhkan kesiapan, bukan hanya perasaan, tetapi juga kesiapan finansial dan mental,” ujar Astrid.

Diskusi berlangsung dinamis dengan beragam pandangan dari siswa. Sebagian menilai memiliki banyak anak dapat memperkuat kebersamaan keluarga, sementara lainnya berpendapat jumlah anak yang sedikit memungkinkan pengasuhan lebih optimal.

Ada pula siswa yang memandang pilihan childfree sebagai bentuk ketidaksiapan mental dalam membangun keluarga.

Pandangan tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap konsekuensi dalam setiap pilihan hidup, khususnya terkait perencanaan keluarga.

Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk pemahaman sejak dini agar generasi muda mampu merencanakan masa depan secara lebih matang dan bertanggung jawab. **