BI Komitmen Tingkatkan Cakupan ISEF VII ke Level Internasional

oleh

PALU – Bank Indonesia (BI) bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) serta seluruh pemegang kepentingan yang terkait dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia telah menginisiasi Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada tahun 2014.

Pada penyelenggaraannya yang ke-7 tahun ini di Jakarta, BI berkomitmen untuk meningkatkan cakupan kegiatan ISEF ke level internasional sebagai salah satu dari rangkaian upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang unggul di dunia.

Komitmen ini diwujudkan dengan melibatkan delegasi dari berbagai negara Islam di dunia, baik sebagai narasumber atau pun sebagai potential buyer/investor.

Dengan mengusung tema Mutual Empowerment in Accelerating Sharia Economic Growth Through Promoting Halal Industries for Global Prosperity, ISEF pada tahun ini akan dilaksanakan pada 7 Agustus – 31 Oktober 2020.

ISEF sebagai platform terintegrasi pertama untuk peningkatan daya saing global bagi Ekonomi dan Keuangan Syariah akan dilaksanakan secara online pada situs www.isef.co.id dan kanal daring ISEF lainnya.

Rangkaian kegiatan ISEF terdiri dari Sharia Forum, Sharia Fair, serta Business Coaching, Business Matching & Business Deals.

Sharia Forum sendiri merupakan rangkaian kegiatan virtual web seminar, conference dan forum internasional dan domestik. Membahas perkembangan dan inovasi terkini dan isu aktual dalam industri ekonomi dan keuangan syariah global.

Sharia Fair terdiri dari rangkaian exhibition, talkshow, workshop, cultural performance dan fashion show, tabligh akbar serta kompetisi yang semuanya dilakukan dengan berbasis online.

Selain itu sebagai ujung tombak ISEF juga melaksanakan kegiatan Business Coaching, Matching & Deals yang ditujukan untuk mempertemukan dan menjembatani para pelaku industri mikro, kecil, dan menengah Indonesia dengan pembeli Internasional potensial yang fokus kepada beberapa sektor industri halal unggulan seperti makanan dan minuman halal, modest fashion, dan kosmetik.

Pada tanggal 7 Agustus 2020 telah dilaksanakan kick off ISEF yang dibuka oleh Ma’ruf Amin selaku Wakil Presiden RI dan Ketua Harian KNEKS dan Perry Warjiyo selaku Gubernur Bank Indonesia.

Pada kegiatan tersebut, Wapres menyampaikan pesannya untuk perkembangan ekonomi syariah Indonesia serta memberikan apresiasinya pada kegiatan ISEF.

“Bagi saya ISEF merupakan salah satu kegiatan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia yang dapat menintegrasikan perkembangan sektor riil dan sektor keuangan yang dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat perkembangan ekonomi dan keuangan syariah dunia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan ketercapaian penguatan kelembagaan ekonomi syariah di Indonesia sebagai bentuk tindak lanjut ISEF di tahun 2019 yang telah terwujud dengan terbentuknya Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang dipimpin Presiden Jokowi selaku ketua dan ia sendiri selaku Wakil dan Ketua Harian.

Pada kesempatan yang sama, M. Anwar Basori selaku Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) berharap, ISEF dapat menjadi ajang silaturahmi seluruh pihak baik penggiat ekonomi syariah bukan hanya regulator namun juga investor, seller, buyer, asosiasi dan akademisi sehingga dapat membuat eksyar bukan hanya sebuah wacana namun dapat memberikan berkontribusi untuk kemajuan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah MUI dan Anggota Dewan Syariah Nasional MUI, KH. Cholil Nafis, juga menyampaikan pentingnya ekonomi syariah bagi Indonesia.

“Ekonomi syariah bersifat padat karya sehingga dimana terdapat investasi dalam ekonomi syariah maka akan tercipta penyerapan tenaga kerja. Dimana terdapat penyerapan tenaga kerja disana terdapat berkah yang diartikan sebagai nilai tambah kebaikan, produktifitas, dan bertambahnya fasilitas dan layanan bagi masyarakat. Maka ekonomi syariah merupakan solusi bagi kondisi terkini  Indonesia sebagai negara yang padat penduduk,” tuturnya.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sulawesi Tengah, M Abdul Majid Ikram juga akan berkesempatan menjadi penyelenggara salah satu rangkaian Sharia Forum yang akan diselenggarakan pada 24 Agustus 2020.

Sharia Forum tersebut akan membahas tema Sertifikasi dan Pengambangan Usaha Halal yang dibuka untuk umum dan mengundang Dr. H. Mastuko selaku Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Kemenag RI sebagai narasumber.

“Sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia dikenal sebagai ‘raksasa tidur’ yang menyimpan potensi dan peluang besar sebagai pemain utama dalam perekonomian dunia, khususnya di sector ekonomi dan keuangan syariah,” kata Majid.

Ia berharap, ISEF dapat menjadi salah satu instrument dalam rangka pemerataan kesejahteraan, industry keuangan dan ekonomi syariah Indonesia. (RIFAY)

Iklan-Paramitha