BI Kembangkan Ekonomi Syariah melalui Tiga Hal

oleh -
Kepala KPw BI Sulteng, M Abdul Majid Ikram, pada kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, di salah satu hotel, di Kota Palu, Rabu (24/11). (FOTO: DOK. KPw BI SULTENG)

PALU – Bank Indonesia terus mengembangkan perekonomi syariah di wilayah Sulawesi Tengah. Ada tiga hal yang dilakukan guna mengembangkan ekonomi syariah tersebut, yakni kemandirian ekonomi pesantren, peningkatan literasi keuangan dan ekonomi syariah, serta halal value chain.

“Beberapa yang telah kami lakukan, di antaranya fasilitasi sertifikasi halal kepada pelaku UMKM, forum pesantren dan UMKM syariah serta pelatihan keuangan inklusif dan syariah kepada komunitas, pelaku usaha, dan BUMDes di Kota Palu,” ujar Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sulteng, M Abdul Majid Ikram, pada kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, di salah satu hotel, di Kota Palu, Rabu (24/11).

Ia mencontohkan salah satu binaan BI di pesantren, tepatnya Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo yang kini sudah memiliki usaha pengolahan air minum dalam kemasan.

“Kenapa pesantren, karena kami melihat potensi pesantren ini cukup besar untuk pengembangan usaha,” tutur Majid.

Ia menambahkan, BI juga terus berkomitmen meningkatkan kapabilitas pelaku UMKM di Sulteng melalui suatu end to end process.

Saat ini, kata dia, BI bersama Dinas Pertanian dan BPTP telah melaksanakan forum tani di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Banggai. Di samping itu juga mengikutsertakan UMKM binaan ke berbagai event promosi nasional dan internasional, seperti Karya Kreatif Indonesia 2021 dan Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah.

“Bank Indonesia Sulteng juga terus mendorong digitalisasi transaksi keuangan melalui pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) baik di level Provinsi maupun Kabupaten/Kota, dan implementasi penggunaan kanal pembayaran non-tunai berupa Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di berbagai komunitas pada sektor strategis,” tuturnya.

Pihaknya mengapresiasi Pemprov Sulteng dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah mulai mengimplementasikan elektronifikasi keuangan daerah. Di sisi lain, lanjut dia, demi menjaga kelancaran transaksi pembayaran tunai, pihaknya juga konsisten melaksanakan program pengedaran Uang Layak Edar melalui 4 kas titipan yang kami tempatkan di Kabupaten Morowali, Banggai, Poso dan Toli-Toli serta edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah kepada perbankan dan masyarakat.

“Sebagai bentuk kepedulian Bank Indonesia dan dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat di tengah pandemi, Bank Indonesia telah memberikan bantuan sosial kepedulian COVID-19 kepada masyarakat terdampak covid, bantuan kepada rumah ibadah dan lembaga pendidikan serta beasiswa kepada mahasiswa di Universitas Tadulako, UIN Datokarama Palu, Universitas Alkhairaat dan Universitas Muhammadiyah,” tutupnya. (RIFAY)