Ramadan sudah di depan mata, tak sampai sepekan lagi, Nah, sebelum bulan mulia nan agung ini tiba, ada baiknya jika kita saling meminta dan memberi maaf agar saat berada di bulan suci Ramadhan, ibadah lebih bermakna.
Saling bermaafan memang bisa dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu even Ramadhan atau Idul Fitri. Namun jika ditelusuri lebih jauh, mengapa sampai muncul trend demikian, salah satu analisanya adalah bahwa bulan Ramadhan itu adalah bulan pencucian dosa.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW tentang hal itu. Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menegakkan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka Allah telah mengampuni dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim).
Jika Allah SWT sudah menjanjikan pengampunan dosa, maka tinggal memikirkan bagaimana meminta maaf kepada sesama manusia. Sebab dosa yang bersifat langsung kepada Allah SWT pasti diampuni sesuai janji Allah SWT, tapi bagaimana dengan dosa kepada sesama manusia.
Maka di sinilah kita harus bersih dari dosa-dosa dari manusia.
“Bagaimana kita mau beribadah puasa menuju taqwa tetapi dalam ibadah puasa kita masih ada dosa terhadap manusia lain. Pastikan saling memaafkan itu sebelum puasa, karena tujuan puasa itu adalah taqwa,”
Di dalam ayat lain juga disebutkan, memaafkan kesalahan orang lain itu mendekatkan kita kepada sifat taqwa. Dan taqwa adalah tujuan dari berpuasa. “Dan memberi maaf itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Baqarah: 237).
Ramadhan yang merupakan bulan ibadah dan pensucian diri. Kita semua berharap selama melewati Ramadhan bisa mendapatkan Rahmah dan Maghfirah Allah serta pembebasan dari api neraka.
Rasulullah mencela orang yang menemukan Ramadhan namun tidak mendapkan maghfirah (ampunan) Allah. “Sangatlah merugi orang yang menemukan Ramadhan, namun tidak mendapatkan ampunan Allah”.
Kalau kita ingin mensucikan diri dari dosa-dosa selama bulan Ramadhan dengan memperbanyak amal ibadah kita dan meminta ampunan Allah.
Kita juga selayaknya mensucikan diri kita dari hak-hak dan kesalahan-kesalahan yang kita perbuat terhadap saudara-saudara kita. Ini yang disebut “haq-ul-adami”.
Hak ini tidak akan dimaafkan dan tidak akan gugur sebelum kita kembalikan kepada pemiliknya.
Untuk itu, alangkah baiknya kalau sebelum kita masuki bulan Ramadhan dimana kita akan mensucikan diri kita dari dosa-dosa yang kita perbuat terhadap Allah, kita telah bersihkan diri kita dari dosa-dosa yang kita perbuat terhadap saudara kita dengan bersalaman dan meminta maaf.
Kalau kita masih menyimpan hak orang lain, selayaknya segera kita kembalikan hak tersebut.
Pada bulan ini juga perasaan seorang muslim menjadi lembut, hatinya terbuka lebar, seperti yang dialami Rasulullah, kedermawaannya meningkat drastis semala Ramadhan.
Itu mungkin karena perut yang merupakan sumber nafsu bisa kita kendalikan dengan baik, sehingga nafsu kita pun dapat kita redam. Berikutnya hati kita terasa jernih dan lapang karena jauh dari intervensi nafsu.
Tidak heran kalau selama Ramadhan, begitu mudah kita memaafkan dan banyak dendam kita luruhkan.
Ini juga alasan kuat mengapa bulan Ramadhan merupakan momen yang sangat tepat untuk meminta dan memberi maaf kepada saudara-saudara kita.
Waktu masih tersisa beberapa hari lagi menjelang Ramadhan tiba, berhati-hatilah untuk tidak lagi berbuat dosa.
Jika masih punya dosa terhadap sesama, pastikan permohonan maaf itu terucap ikhlas dan dalam situasi yang tepat, seperti langsung bertatap muka dan berjabat tangan. Jika tidak memungkinkan, bertelepon langsung hingga terjadi komunikasi dua arah. Atau lewat WhatsApp juga boleh. Wallahu a’lam
DARLIS MUHAMMAD (REDAKTUR SENIOR MEDIA ALKHAIRAAT)

