MOROWALI – Perusahaan tambang nikel PT Vale Indonesia terus menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di wilayah operasional proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

Head of Bahodopi Project IGP Morowali, Wafir, baru-baru ini, menjelaskan bahwa program PPM dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan melalui berbagai kegiatan yang menyasar sektor ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, serta lingkungan hidup.

“Program ini bertujuan menjawab kebutuhan prioritas masyarakat lingkar tambang. Fokus utama kami meliputi sektor pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan riil, kemandirian ekonomi, infrastruktur dasar, serta pelestarian budaya dan lingkungan,” ujarnya.

Sejumlah program pemberdayaan masyarakat telah dijalankan perusahaan di wilayah Morowali Regency, khususnya di sekitar area proyek IGP.

Di sektor kesehatan, perusahaan melakukan renovasi serta mendukung pengadaan sarana dan prasarana Bahomotede Community Health Center.

Selain itu, tenaga kesehatan juga mendapatkan pelatihan pelayanan prima guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Sementara pada sektor pertanian, PT Vale menjalankan program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan (PSRLB) yang saat ini telah memasuki musim tanam ke-7.

Program ini dinilai memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani lokal.

Perusahaan juga memberikan perhatian pada pengembangan usaha masyarakat melalui program pemberdayaan UMKM lokal.

Berbagai pelatihan serta pendampingan diberikan agar pelaku usaha kecil dapat lebih mandiri dan kompetitif.

Selain itu, PT Vale turut melakukan pendampingan pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

Di bidang pendidikan, perusahaan menjalankan program kemitraan strategis yang menyasar mahasiswa di wilayah pemberdayaan.

Program ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan.

Tidak hanya itu, perusahaan juga mendukung pembangunan berbagai infrastruktur pendukung bagi masyarakat, seperti jalan tani, sistem drainase, fasilitas kesehatan, serta ruang belajar.

Infrastruktur tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperlancar aktivitas ekonomi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar.

Menurut Wafir, agar program CSR memberikan dampak jangka panjang dan berkelanjutan, PT Vale menerapkan pendekatan berbasis data dan kebutuhan nyata masyarakat.

“Setiap program diawali dengan proses needs assessment yang melibatkan masyarakat serta pemerintah daerah,” ujarnya.

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus selaras dengan Rencana Induk PPM perusahaan serta rencana pembangunan daerah.

Dalam pelaksanaannya, PT Vale bersama masyarakat membentuk tim pelaksana kegiatan yang berasal langsung dari komunitas lokal. Masyarakat dilibatkan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program.

“Melalui dialog komunitas, musyawarah desa, dan berbagai forum pendampingan, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan kebutuhan serta aspirasi mereka,” jelas Wafir.

Usulan program kemudian dibahas melalui musyawarah desa sebelum diverifikasi oleh pemerintah guna memastikan tidak terjadi tumpang tindih dengan program pemerintah atau pihak lainnya.

“Setelah program berjalan, perusahaan melakukan pendampingan berkelanjutan yang disertai monitoring dan evaluasi rutin untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat, dengan tetap melibatkan pemerintah daerah dalam proses tersebut” tutup Wafir.