PALU – Program Berani Menyala dan percepatan elektrifikasi desa di Sulawesi Tengah terus berjalan meski masih dihadapkan pada tantangan geografis dan panjangnya jaringan distribusi listrik.

Manager PLN UP3 Palu, Ansar, menyampaikan bahwa sistem kelistrikan Sulawesi Tengah menunjukkan tren perbaikan dari sisi keandalan. Namun gangguan jaringan masih terjadi, terutama akibat faktor alam dan bentang wilayah yang luas.

“Gangguan yang terjadi bukan pemadaman terencana. Sekitar 20 persen masih dipengaruhi oleh panjang jaringan distribusi dan faktor alam,” jelas Ansar.

PLN saat ini memfokuskan penguatan sistem kelistrikan di wilayah Morowali dan Lembo. Untuk wilayah Lembo, suplai listrik sementara masih dibackup dari sistem Palu II dan Palu III, sambil menunggu penguatan jaringan transmisi utama agar sistem lebih stabil.

Untuk meningkatkan keandalan, PLN terus mengusulkan penambahan beban baru serta pengembangan pembangkit tersebar. Langkah ini bertujuan memperpendek jalur distribusi dan menekan potensi gangguan. Perhatian elektrifikasi juga diarahkan hingga ke dusun-dusun terpencil agar tidak tertinggal dalam akses listrik.

Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, PLN menargetkan penyelesaian sejumlah proyek jaringan, termasuk pengembangan jalur distribusi baru. Wilayah Morowali Utara juga telah masuk dalam perencanaan program elektrifikasi tahun 2026.

Terkait elektrifikasi desa, saat ini masih terdapat sekitar 83 desa di Sulawesi Tengah yang belum sepenuhnya berlistrik. Jumlah ini menurun dari sebelumnya 89 desa berkat dukungan pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta sinergi lintas sektor.

“Bagaimana desa bisa berkembang jika listrik belum tersedia. Alhamdulillah, dukungan dari pusat terus mengalir, termasuk sinergi dengan program internet desa,” ujar Ansar.

Untuk wilayah kepulauan dan daerah terpencil seperti Banggai Laut, Banggai Kepulauan, dan Morowali, PLN menerapkan solusi sementara melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sambil menunggu tersambungnya jaringan transmisi utama.

Gubernur Sulawesi Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap program Berani Menyala dan mengapresiasi upaya PLN dalam memperluas akses listrik hingga ke pelosok daerah.

“Alhamdulillah progres Berani Menyala terus berjalan. Dari 89 desa, kini tinggal 83 desa. Kita doakan dan kita kawal bersama agar seluruh Sulawesi Tengah bisa menyala,” ujar Gubernur.

PLN menegaskan pengembangan PLTS akan terus dilakukan sebagai solusi paling memungkinkan bagi wilayah remote dan terisolasi, sembari mempersiapkan jaringan permanen di masa mendatang.**”