DONGGALA – Bendungan di Desa Sumari, Kecamatan Sindue, hancur total akibat diterjang banjir. Kerusakan ini membuat 150 hektare sawah tidak bisa digarap.
Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Donggala, Arwin, menjelaskan, bendungan tersebut menjadi sumber utama pengairan bagi para petani di desa Sumari dan Desa Toaya.
“Kerusakan bendungan ini menyebabkan petani di Desa Sumari dan Desa Toaya tidak dapat menanam padi sesuai dengan jadwal musim tanam,” kata Arwin, Selasa (13/01).
Arwin menambahkan, ratusan hektar lahan persawahan di Desa Sumari dan Desa Toaya adalah sumber perekonomian masyarakat setempat.
Menurutnya, petani mengandalkan hidup dari hasil bercocok tanam padi. Arwin berharap pemerintah daerah bisa membantu membangun kembali irigasi yang rusak akibat bencana alam ini.
Berdasarkan data yang dihimpun media ini, selain di Desa Sumari, bendungan irigasi di Desa Ape Maliko juga tertutup material pasir dan batu sekitar 300 meter karena banjir.
Akibatnya air tidak bisa masuk ke areal persawahan seluas 76 hektare.
“Banjir menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi petani. Para petani harap bersabar, dan kita meminta Pemkab Donggala secepatnya membangun kemabali bendungan yang rusak,” tutupnya.

