PALU – Upaya mengakselerasi kemandirian ekonomi umat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tengah menjalin kolaborasi strategis bersama Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Palu.

Kerja sama itu diwujudkan melalui pelatihan mekanik motor intensif bagi enam pengelola bengkel program Z-Auto, yang merupakan mitra binaan BAZNAS, bertempat di Workshop Satpel PVP Palu.

Program tersebut merupakan bagian dari pendayagunaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), yang berfokus pada pemberdayaan sektor produktif, guna memastikan para penerima manfaat memiliki keahlian teknis yang terstandarisasi industri.

Koordinator Satpel PVP Palu, Arfiani, menyatakan bahwa, sebagai instansi di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), pihaknya memiliki tanggung jawab untuk memastikan angkatan kerja, termasuk pelaku usaha mikro, memiliki kompetensi yang relevan.

“Kami memberikan dukungan penuh melalui penyediaan instruktur dan fasilitas pelatihan yang sesuai standar nasional. Harapannya, para mekanik Z-Auto ini tidak hanya mahir secara otodidak, tetapi memiliki pemahaman teknis yang sistematis dan profesional agar mampu bersaing dengan bengkel-bengkel modern lainnya,” ujar Arfiani.

Sementara Ketua BAZNAS Sulteng, Hatamuddin Thamrin, menekankan, program Z-Auto bukan sekadar pemberian bantuan modal fisik, melainkan sebuah ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Z-Auto adalah salah satu program unggulan BAZNAS untuk menciptakan lapangan kerja. Melalui sinergi dengan Satpel PVP, kita ingin memastikan dana zakat yang dititipkan oleh para muzakki benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi bagi mustahik hingga mereka mampu mandiri secara finansial,” jelas Haramuddin.

Senada dengan itu Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Sulteng, Hasan H Lasiata, menjelaskan bahwa, pemilihan enam bengkel Z-Auto ini telah melalui proses kurasi yang ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berdaya guna.

“Pendistribusian bantuan dalam bentuk program Z-Auto ini dibarengi dengan pendampingan teknis. Pelatihan mekanik ini adalah langkah krusial dalam tahap pendistribusian tersebut. Kita ingin memastikan usaha yang dijalankan oleh para mustahik ini tumbuh berkembang dan berkelanjutan, bukan hanya bantuan sesaat,” pungkas Hasan.

Pelatihan ini lanjut Hasan, mencakup materi sistem injeksi, manajemen bengkel, hingga teknik servis berkala. Dengan adanya sertifikasi teknis dan penguatan modal dari BAZNAS, enam bengkel Z-Auto di Sulawesi Tengah diharapkan mampu menjadi rujukan servis motor bagi masyarakat luas, yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidup para pengelolanya. ***