PALU – Pertandingan persahabatan (ekshibisi) antara Ketua Umum Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Provinsi Sulawesi Tengah dan atlet cilik asal Kabupaten Tolitoli, Fajar Al Amri (5), berlangsung seru di Club Biliar Breakshoot, Senin malam (16/2).
Laga yang mempertemukan Andi Raharja Limbunan dengan bocah berbakat tersebut sukses menyita perhatian para pengunjung. Banyak penonton terpukau melihat ketangkasan Fajar saat memasukkan bola-bola biliar dengan lincah dan presisi.
Dalam waktu kurang lebih 15 menit, Fajar Al Amri berhasil mengalahkan Ketua Umum POBSI Sulteng dengan skor meyakinkan 2-0.
Andi Raharja Limbunan memberikan apresiasi tinggi atas bakat luar biasa yang dimiliki Fajar di usia yang masih sangat belia ini.
“Pertama-tama saya memberikan apresiasi kepada Fajar Al Amri, bocah cilik yang terbilang luar biasa. Di usia 5 tahun dia sudah memiliki talenta yang hebat hingga viral di media sosial dan dikenal di klub-klub biliar di tanah air,” ujar Andi Raharja Limbunan kepada media ini, di Club Biliar Breakshoot, Senin malam (16/2).
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Carabao Pro Team yang telah mewadahi dan membina Fajar sehingga bakatnya semakin terasah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Carabao Pro Team sebagai salah satu klub besar di Indonesia yang telah melatih dan membina ananda Fajar. Saya selaku Ketua POBSI Sulteng sangat bangga. Atlet-atlet pilihan kita meski ada yang belajar secara otodidak, tetap bisa berprestasi ,” ujar Andi Limbunan yang juga Direktur Marketing CV Akai Jaya Motor ini.
Menurut Andi, ke depan POBSI Sulteng akan terus mempersiapkan atlet-atlet berstandar nasional guna menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
Ia menegaskan, persiapan menghadapi PON harus sejalan dengan program Ketua Umum KONI Sulteng, Muhammad Fathur Razaq, yang menargetkan cabang olahraga biliar masuk 10 besar.
“Kita harus searah dengan program KONI Sulteng. Harapannya POBSI Sulteng bisa berkontribusi meraih medali dan meningkatkan prestasi Sulawesi Tengah di PON 2028,” tegasnya.
Menurut Andi Limbunan, pertandingan ekshibisi tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan menjadi sinyal lahirnya bibit unggul olahraga biliar dari daerah, sekaligus motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya di Sulawesi Tengah.

