PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melakukan kunjungan ke kompleks budidaya ikan Nilan dan Sidak di Kampung Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Jumat (16/01). Kunjungan tersebut disertai peninjauan lapangan sebagai bagian dari pelaksanaan program Berani Tangkap Banyak.

Program Berani Tangkap Banyak merupakan salah satu inisiatif Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, tidak hanya di sektor kelautan tetapi juga perikanan darat.

Dalam kunjungan tersebut, Anwar Hafid menyampaikan bahwa budidaya ikan air tawar dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah yang memiliki ketersediaan lahan dan sumber air

“Ini menjadi peluang untuk mengembangkan program Berani Tangkap Banyak, tidak hanya di wilayah pesisir, tetapi juga di darat,” ujar Anwar.

Ia menyebutkan, pemerintah daerah mendorong agar setiap kabupaten dan kota dapat mengembangkan kawasan budidaya ikan sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat. Menurutnya, pengelolaan budidaya yang terencana diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Kita berharap ke depan ada lokasi khusus untuk budidaya ikan Nilan dan Sidak, sehingga masyarakat dapat mengembangkan usaha serupa,” katanya.

Anwar Hafid dalam kunjungan tersebut didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, Yopie Morya Immanuel Patiro. Peninjauan ini juga dimaksudkan untuk melihat langsung kondisi usaha budidaya ikan yang telah berjalan di wilayah tersebut.

Selain itu, Anwar Hafid menyampaikan rencana pengembangan kawasan budidaya berbasis kampung tematik. Rencana tersebut akan diusulkan kepada Pemerintah Kota Palu dan Pemerintah Kabupaten Sigi, dengan lokasi yang direncanakan berada di Kelurahan Petobo dan Desa Mpanau.

“Kita rencanakan pembentukan kampung tematik budidaya ikan, dan ini akan dibahas lebih lanjut dengan pemerintah daerah terkait,” ujarnya.

Program Berani Tangkap Banyak, lanjut Anwar, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penyediaan lapangan kerja serta peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya di sektor perikanan budidaya.***