MOROWALI UTARA – Asosiasi untuk Transformasi Sosial (ANSOS) Sulawesi Tengah mendesak aparat Polres Morowali Utara bersikap netral dan humanis dalam menangani konflik agraria, melibatkan PT Agro Nusa Abadi (ANA) dengan masyarakat lingkar sawit di Kabupaten Morowali Utara.
Konflik tersebut dipicu oleh tuntutan masyarakat atas hak tanah mereka, diklaim oleh perusahaan perkebunan sawit tersebut.
Koordinator ANSOS Sulteng Noval A. Saputra mengatakan, bahwa PT ANA selama 19 tahun tanpa mengantongi Hak Guna Usaha. Sehingganya perusahaan anak cabang Astra Agro Lestari tersebut dianggap ilegal.
Noval A. Saputra, menekankan pentingnya netralitas aparat kepolisian, agar tidak terkesan memihak kepada perusahaan beroperasi tanpa izin prinsip yang sah.
Lebih lanjut, Noval meminta penarikan pasukan kepolisian, berada di areal PT ANA. Sebab keberadaan aparat di lokasi, menurutnya justru berpotensi memperkeruh situasi dan memicu konflik lebih besar dengan masyarakat. Langkah tersebut dianggap penting untuk menciptakan suasana kondusif dan membuka ruang dialog lebih efektif.
ANSOS juga menyerukan keterlibatan Gubernur Sulawesi Tengah dalam menyelesaikan konflik tersebut Harapannya, intervensi tingkat provinsi dapat mencegah konflik berkepanjangan dan mencari solusi adil bagi semua pihak. Permasalahan tersebut memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah untuk mencegah eskalasi dan memastikan keadilan bagi masyarakat terdampak.
“Konflik agraria ini terus berpotensi menimbulkan masalah sosial dan keamanan, jika tidak ada penanganan serius, mengurai konflik merugikan masyarakat atau petani sawit di Morowali Utara,” tandasnya.
Reporter: **/IKRAM

