TOUNA -Anggota Legislatif dari Partai GERINDRA, Sahrul Abdullah menyayangkan adanya komentar dan pendapat terkesan menyudutkan Pemerintahan Ilham Lawidu dan Surya Lapasiri, terkait program Sekolah Rakyat yang akan dibangun DDi Desa Betapa, Kecamatan Tojo.

“Sudah seharusnya seluruh Masyarakat dan para Tokoh yang ada di Kabupaten Tojo Una – una mendukung program Sekolah Rakyat  dibangun di Betaua, sebagai bagian program pemerataan pendidikan sebagaimana dicita-citakan oleh Bupati Ilham Lawidu” kata Sahrul.

Sahrul Abdullah menegaskan, program Presiden Republik Indonesia wajib didukung dan disukseskan. Dia menilai, program Sekolah Rakyat, melalui Kementerian Sosial dipimpin oleh Saefullah Yusuf dan Agus Jabo, berjalan baik.

“Saya, sebagai anggota dewan perwakilan rakyat DAPIL 3, dari partai GERINDRA, siap secara pikiran dan juga disokong dengan kekuatan partai, mendukung program Prabowo”, tegas Sahrul Abdullah.

Akhir-akhir ini, program tersebut menuai sorotan dan saling silang pendapat dari beberapa tokoh Masyarakat Tojo Una-una. Ada yang berpendapat program Sekolah Rakyat belum layak tempatkan didaerah Kecamatan Tojo, ada juga yang menyatakan Pemerintah Kabupaten Tojo Una dan DPRD Tojo Una-Una belum transparan atas diadakannya program Sekolah Rakyat.

Hingga Januari 2026 ini. Presiden Prabowo Subianto  meresmikan 166 Sekolah Rakyat (SR) di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Sekolah-sekolah tersebut tersebar mulai dari Sumatera hingga Papua, dengan 104 titik di antaranya dalam proses pembangunan permanen dengan 166 Sekolah Rakyat (SR) rintisan beroperasi sejak awal 2026, tersebar merata, dengan Jawa memiliki 70 sekolah, Sumatera 35, Sulawesi 28, Kalimantan 13, Bali-Nusa Tenggara 7, Maluku 7, dan Papua 6.

Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 200 titik sekolah permanen pada 2027 dan total 500 sekolah dibangun melalui APBN Kementerian PU dan APBD, dengan fasilitas asrama dan ruang belajar. Menampung ribuan siswa, dengan potensi menampung 46.000 siswa pada tahun mendatang. Program tersebut berfokus pada pendidikan berkualitas setara SD hingga SMA, serta keterampilan vokasi.

“Menurutku, Program Sekolah Rakyat (SR) adalah salah satu kebijakan dalam hal pemerataan Pembangunan. Dan tentu kita semua meyakini, ketika pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dibangun, geliat ekonomi akan tumbuh seiring dengan aktifitas Sekolah Rakyat,”  tutupnya.***