PALU – Problem kemiskinan di Sulawesi Tengah masih mengkhawatirkan. Dalam rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, presentase penduduk miskin di Sulteng pada maret 2023 sebesar 12,41 persen meningkat 0,11 persen poin dari tahun sebelumnya september 2022.

Data BPS tersebut menunjukan masih ada 395.660 penduduk miskin di Sulteng. Meningkat 5.950 dari september 2022. Menyikapi hal itu, politisi muda asal Banggai Kepulauan Rafani Tuahuns menyampaikan keprihatinannya.

“Sulteng ini daerah yang kaya. Sumber daya alamnya melimpah ruah, ada nikel, emas, gas dan lainnya. Pertumbuhan ekonomi juga ternyata tinggi, tumbuh positif 13,06 persen secara tahunan pada catur wulan III 2023, namun kenapa berbanding terbalik dengan angka kemiskinan yang justru makin tinggi? Ini paradoks yang memprihatinkan,” ungkap Rafani pada awak media, Jumat 21 Juni 2024.

“395.660 penduduk miskin itu angka yang tinggi, sekaligus mengkhawatirkan. Jika ditanya kenapa eksploitasi sumber daya alam yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi tapi justru berbading terbalik dengan angka kemiskinan di daerah ini? Jawabannya satu, pemerintahan yang salah urus dan kebijakan yang tidak tepat sasaran,” tegas Mantan Ketua Umum PB PII tersebut.

Masih menurut Rafani, dipaksakan seperti apapun, jika will politic pemimpin daerah masih kurang, maka solusinya hanya satu menurutnya, kepemimpinan harus berganti.

“Saya kira warga Sulteng sudah memberi kesempatan pada Rusdi Mastura, hampir genap 5 tahun memimpin Sulteng. Kita bersyukur tentunya, ada hal-hal yang baik, namun problem dasarnya tidak tuntas, yakni soal kemiskinan yang menyangkut hak utama kehidupan warga untuk hidup layak. Maka solusinya hanya satu, sudah waktunya Rusdy Mastura diganti!” jelas Alumni Fakultas Hukum Untad itu.

Menurutnya,Sulteng butuh pemimpin baru, yang lebih progresif. Pemimpin baru dengan kebijakan-kebijakan progresif yang pro terhadap rakyat kecil dan rakyat pinggiran.

Di akhir pernyataannya, Rafani menegaskan bahwa dirinya bersama simpul kelompok muda Sulteng akan terlibat aktif dalam upaya mencari pemimpin baru yang tepat.

“Tentu pemimpin baru ya, bukan yang lama. Dengan dua syarat utama, punya rekam jejak kepedulian dan keberpihakan terhadap rakyat kecil, dan yang kedua harus muda agar mewakili anak-anak muda. Dua syarat utama ini harus ada dalam paket Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng kedepan,” ucapnya.

Dia mengatakan, dia dari poros muda Sulteng akan ambil alih gerakan, terlibat dalam mencari pemimpin baru tersebut.

“Bulan Juli kita akan buat kejutan gerakan,” tutup Rafani.

Reporter: ***/ Nanang