SIGI— Dalam momentum istimewa bertepatan dengan hari ulang tahunnya pada 4 Juni 2025, pengusaha sekaligus Ketua Dewan Pertukangan Nasional Sulteng Andri Gultom resmi memulai pembangunan Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Ihsan Hikmatul Amal (IHA) di Kabupaten Sigi.
Acara peletakan batu pertama tersebut dihadiri oleh Sekretaris DPN Sulteng, Imran, pengurus DPN Kabupaten Sigi, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat.
Pondok pesantren tersebut dibangun di atas lahan seluas enam hektar di kawasan perbukitan Desa Pombewe, dengan target awal 50 santri penghafal Al-Qur’an di tahun pertama.
“Saya bersama masyarakat Pombewe dan kawan dari DPN menjadi bagian dari penanggungjawab dalam pembangunan ini,” tambahnya.
Pesantren ini tidak hanya menjadi pusat pembinaan tahfidz, tetapi juga mengembangkan unit-unit usaha produktif seperti pertanian, peternakan, dan perkebunan diharapkan dapat menopang kemandirian ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Andri Gultom menyampaikan bahwa pembangunan pesantren tersebut adalah bentuk rasa syukur dan ikhtiar nyata dalam mencetak generasi Qur’ani mandiri dan berdaya saing.
“Ini adalah hadiah terbaik di hari ulang tahun saya bisa memulai sesuatu terus memberi manfaat jangka panjang untuk umat. Semoga pesantren ini melahirkan para penghafal Al-Qur’an, terampil, produktif, dan mencintai tanah kelahirannya,” ujar Andri.
Sekretaris DPN Sulteng, Imran, turut mendampingi Andri, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut, sebagai langkah inspiratif di tengah tantangan pendidikan dan ekonomi masyarakat pedesaan.
“Apa dilakukan ini bukan hanya bentuk kepedulian, tapi juga strategi membangun peradaban dari desa. Ini perlu kita dukung bersama,” kata Imran.
Tokoh masyarakat Desa Pombewe, Amir, juga menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap kehadiran pesantren tersebut.
“Kami warga sangat bersyukur dan bangga. Kehadiran pesantren ini menghidupkan desa, bukan hanya dari sisi agama tapi juga ekonomi. Anak-anak kami punya masa depan lebih baik,” katanya.
Pembangunan pesantren ditargetkan rampung tahap pertama pada akhir tahun 2025, dengan fokus pada ruang belajar, asrama santri, dan lahan pertanian produktif. Masyarakat diundang untuk turut serta dalam proses pembangunan ini, baik dalam bentuk dukungan tenaga, pikiran, maupun materi.
Reporter : **/IKRAM

