DONGGALA – Video puluhan anak sekolah menyeberangi sungai menggunakan rakit di Dusun Bontopangi, Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala. viral di media sosial dan menggugah perhatian publik.

Anak-anak tersebut terpaksa menempuh cara berisiko demi bisa bersekolah akibat jembatan yang mereka lewati rusak akibat diterjang banjir.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, menanggapi beredarnya video yang viral itu.

Ansyar mengakui, keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah terpencil di Kabupaten Donggala.

“Terus terang sarana prasarana memang masih terbatas, terutama di daerah terpencil. Karena itu, kami perlu memastikan terlebih dahulu kondisi di lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (11/02).

Ia menyampaikan akan turun langsung ke lokasi untuk bertemu dengan pemerintah desa, pihak sekolah, serta masyarakat guna memastikan kondisi sebenarnya dan mencari solusi yang tepat.

Setelah itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, untuk penanganan akses penyeberangan tersebut.

“Jika jembatan gantung putus akibat banjir, maka kami akan melaporkan kondisi tersebut kepada Bupati Donggala untuk mendorong pembangunan kembali jembatan tersebut,” kata Ansyar.