SIGI – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulteng melauncing sekolah adat di Pegunungan Kondo, Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sabtu (08/02).
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sigi Maklon, Kepala Bidang Kebudayaan Munawwarah, Kepala Seksi Kesenian Dikbud Sigi Dahlia, Dewan AMAN Wilayah Sulteng Rukmini Paata Toheke beserta masyarakat adat Da’a yang menjadi sasaran sekolah adat selama ini.
Ketua AMAN Sulteng, Asran Daeng Patompo, menjelaskan, tujuan dibangunnya sekolah adat adalah untuk melestarikan budaya.
“Mengawali pembangunan sekolah adat bukan hal singkat, tetapi butuh proses, semangat mengantarkan kita sampai ke titik ini,” katanya.
Hal senada disampaikan Munawwarah. Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah berkomunikasi dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan sekolah adat dan masyarakat adat Da’a ada di Pegunungan Kondo.
“Banyak hal yang harus dilakukan di sini. Selain pendidikan, tentunya harus ada pemberdayaan perempuan,” jelasnya.
Perwakilan Masyarakat Adat Da’a, Nedu, menyampaikan terima kasih kepada AMAN Sulteng, sebab sudah mendampingi sejak 2018, pascabencana alam hingga saat ini.
“Kami berharap anak-anak ada di Pegunungan Kondo bisa belajar dengan baik di sekolah adat ini,” ujarnya.
Sementara Anggota DPRD Sigi, Maklon, mengatakan, ia paham betul mengenai sekolah non-formal, sebab pernah menggelutinya selama sembilan tahun. (IKRAM)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.