PALU – Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyerangan dengan cara disiram air keras oleh orang tak dikenal pada Jumat (13/3). Peristiwa tersebut menimbulkan kecaman dari berbagai kalangan.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Zainal Abidin, mengecam keras tindakan pelaku yang dinilai tidak berperikemanusiaan dan bertentangan dengan nilai agama maupun kemanusiaan.

Menurutnya, aksi kekerasan tersebut sangat memprihatinkan, terlebih terjadi di tengah bulan suci Ramadan yang seharusnya menjadi momentum bagi setiap orang untuk memperbanyak kebaikan.

“Aksi penyiraman air keras secara brutal kepada sesama manusia merupakan perbuatan keji yang mencederai nilai kemanusiaan, terlebih terjadi di bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Ia menilai tindakan tersebut tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga mencederai rasa aman masyarakat di ruang publik.

Karena itu, FKUB Sulawesi Tengah meminta aparat kepolisian untuk bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

Menurutnya, pengungkapan pelaku dan motif penyerangan sangat penting guna memberikan rasa keadilan bagi korban serta menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

“Kami berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik penyerangan ini sehingga keadilan bagi korban dapat ditegakkan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menolak segala bentuk kekerasan serta terus memperkuat nilai persatuan dan kemanusiaan dalam kehidupan sosial.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban bersama, serta memperkuat sikap saling menghormati di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.