Akibat Peti, Pemukiman dan Kebun Warga Parimo Terendam Banjir

oleh
Salah satu tokoh masyarakat, Rahman Badja, menunjukkan areal sungai yang menjadi banjir akibat aktivitas pertambangan. (Foto: MAL/MAWAN)

PARIMO- Pemukiman dan areal perkebunan warga Desa Air Panas, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, terendam banjir akibat aktivitas pertambangan tanpa izin (Peti) di Desa Kayuboko.

Meskipun sejumlah rumah dan perkebunan warga terendam banjir beberapa bulan terakhir, sampai kini belum ada penanganan serius dari pemerintah setempat.

Salah satu tokoh masyarakat desa Kayuboko, Rahman Badja, aktivitas pengerukan tambang emas yang tidak memilik izin sudah cukup nyaman beroprasi. Sementara warga terus mengeluh karena terdampak tambang tersebut.

“Saya sering didatangi oleh keluarga-keluarga yang ada di sini, untuk menyampaikan persoalan yang mereka alami saat ini,” ungkap Rahman kepada MAL online, Ahad (11/10).

Ia mengaku, di Dusun Desa Air Panas, terdapat puluhan rumah dan lokasi perkebunan warga yang terdampak banjir. Bahkan, ada satu rumah warga hanyut terbawa banjir. dan hingga kini warga tersebut masih tinggal di bawah tenda.

Saat ini, kata dia, mereka meminta perhatian dari pemerintah desa maupun pemerintah setempat. Karena warga tengah mengalami kesulitan ekonomi.

Sebab, sumber kehidupan masyarakat yang hanya mengandalkan penghasilan dari sektor perkebunan sudah tidak dapat diharapkan, karena tanaman mereka banyak yang mati akibat banjir.

“Tanaman mereka seperti, kakao, cengkeh, pohon kelapa, pisang dan lainya tidak bisa lagi diharap untuk menjadi sumber penghasilan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejauh ini mereka menuntut adanya perbaikan sungai yang harus dibronjong. Selain itu meminta pemerintah untuk merelokasi mereka di tempat yang lebih aman.

Reporter: Mawan
Editor: Nanang

Donasi Bencana Sulbar