PALU – Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Putra Alkhairaat, mengikuti program Santri Mengajar, yang dilaksanakan oleh pihak Ponpes Alkhairaat tersebut.
Pelepasan santri Ponpes Putra Alkhairaat itu, bertempat di halaman kompleks Ponpes Alkhairaat Pusat Senin (22/01).
Acara yang dihadiri seluruh tenaga pendidik Ponpes Putra Alkhairaat Pusat. Di kesempatan itu, Habib Abdurahman Abdullah Aljufri selaku pimpinan operasional Ponpes Putra Alkhairaat Pusat mengatakan, program Santri Mengajar yang dilakukan saat ini, merupakan kegiatan tradisi yang sudah dilakukan sejak dahulu oleh pendiri perguruan Alkhairaat Habib Idrus bin Salim Aljufri.
Selanjutnya kata Habib Abdurahman, diteruskan lagi oleh Habib Abdillah Aljufri dan sampai Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri.
“Program santri mengajar ini kita sudah lakukan setiap tahun di pondok ini, dan tentunya apa yang sudah berjalan kita harus tetap laksanakan. Dan Alhamdulillah tahun ini ada 24 santri yang akan melakukan tugas mengajar di sejumlah daerah, ” kata Habib Abdurahman.
Santri Mengajar ini lanjut Habib, adalah siswa yang akan berakhir masa belajarnya atau di kelas 12, dan menjadi sasaran dalam tugas mengajar ini, difokuskan pada Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Alkhairaat yang tersebar di sejumlah daerah.
Mengapa MDA yang di fokuskan? Karena MDA Alkhairaat menjadi ujung tombak dalam menggerakkan sekolah agama, khususnya di desa-desa.
“MDA Alkhairaat juga merupakan warisan pendidikan yang ditinggalkan oleh Guru Tua, dan hal ini harus kita jaga dan gaungkan, ” pesannya.
Habib juga melihat bahwa, MDA Alkhairaat di sejumlah daerah ada bebrapa yang harus disentuh. Dimana ada MDA Alkhairaat memiliki gedung, namun tidak digunakan untuk proses belajar mengajar, adapula siswanya ada akan tetapi tenaga pengajarnya tidak ada sebaliknya.
“Olehnya itu, ini merupakan tanggung jawab tidak hanya bagi Ponpes Alkhairaat dimanapun berada, akan tetapi semua pihak yang merasa mencintai Guru Tua wajib menghidupkan MDA,” tegasnya.
Sementara Habib Tholib Aljufri pembina Ponpes Putra Alkhairaat Pusat menambahkan, program Santri Mengajar wajib dilakukan seluruh siswa kelas 12 Madrasah Aliyah.
“Apa yang sudah diperoleh di madrasah, harus diterapkan lagi ilmunya ke masyarakat, sehingga masyarakat paham terhadap ilmu tersebut, ” katanya.
Habib Tholib juga menekankan, agar siswa yang mengikuti Program ini untuk selalu menjaga nama baik Alkhairaat tidak hanya nama Ponpes Putra Alkhairaat Pusat. Menunjukan sikap yang baik, adab, serta hal hal lainnya yang sudah diajarkan selama dalam pondok.
Adapun penempatan santri dalam program santri mengajar yakni, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Buol, Kabupaten Poso, Kabupaten Ampana dan Sulawesi Barat.
Reporter: Hady

