PALU – Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP) kembali menggelegar. Kampanye global ini, yang dirayakan dari 25 November hingga 10 Desember setiap tahun, menjadi momen penting untuk mendorong upaya nyata dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.
Irmayanti Petalolo, Sekretaris Kota Palu, menyampaikan pandangannya terkait kegiatan ini. 16 hari peringatan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, yang diinisiasi oleh para pejuang hak asasi manusia, terutama pejuang keadilan kaum perempuan, menjadi kegiatan yang sangat positif. Malam ini, organisasi dan lembaga yang telah lama memperjuangkan hak-hak asasi manusia perempuan memperkuat solidaritas dan terus berjuang untuk mengobarkan semangat keadilan.
” Saya pikir kegiatan ini sangat positif, karena melihat kasus kekerasan pada perempuan di Kota Palu dan Sulawesi Tengah masih cukup tinggi, sehingga kami berharap perjuangan ini akan terus menyuarakan kepedulian terhadap kaum perempuan,” ujar Sekkot Palu Irmayanti Petalolo, kepada media ini saat kegiatan kampanye tersebut, di Bundaran Taman Nasional Palu, Sabtu (2/12)
Menanggapi tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan di kota Palu dan Sulawesi Tengah, Irmayanti berharap kampanye ini dapat terus menyuarakan kepedulian terhadap kaum perempuan. Dia juga berharap bahwa aktivitas dan program pemerintahan dapat mendukung upaya perlindungan hak-hak perempuan dan hak-hak anak.
Sementara itu, Maria Ulfah Anshor, Komisioner Komnas Perempuan, menekankan perlunya kerja bersama dan sinergi dari berbagai komponen masyarakat untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan. Dalam 16 hari kampanye ini, aktivis HAM perempuan memiliki kesempatan untuk membangun strategi bersama, seperti menggalang gerakan solidaritas, mendorong perlindungan bagi para korban, dan mengajak semua orang untuk terlibat aktif dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
Strategi kampanye bervariasi antar daerah, dipengaruhi oleh temuan tim kampanye mengenai kondisi ekonomi, sosial, budaya, dan politik setempat. Namun, fokus strategisnya tetap pada peningkatan pemahaman mengenai kekerasan berbasis gender sebagai isu Hak Asasi Manusia, penguatan kerja di tingkat lokal dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan, pembangunan kerjasama solid, dan pengembangan metode efektif untuk meningkatkan pemahaman publik.
Maria Ulfah Anshor juga mengingatkan tanggal-tanggal penting selama kampanye, seperti Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan pada 25 November, Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan pada 6 Desember, dan Hari HAM Internasional pada 10 Desember.
Reporter: IRMA
Editor: NANANG

