PALU – Relawan Prabowo-Gibran, Rumah Keluarga Bersama (RKB) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersyukur, karena upaya menjegal Capres dan Cawapres Prabowo-Gibran melalui putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), akhirnya gagal.

“Alhamdulillah, segala upaya yang dilakukan sejumlah pihak untuk menjegal Prabowo-Gibran, akhirnya gagal. MKMK telah bekerja profesional,” kata Koordinator Wilayah RKB Provinsi Sulteng Ruslan Sangadji di Palu, Rabu (8/11).

Menurut Ruslan Sangadji, serangan bertubi-tubi yang dilakukan oleh lawan politik, termasuk dengan memanfaatkan para buzzer untuk menyerang Prabowo-Sandi, terus dilakukan sebelum putusan MKMK pada 7 November 2023.

“Tetapi setelah putusan MKMK, mereka terdiam. Tak ada yang bisa mereka lakukan, kecuali menerima putusan itu,” ujarnya.

Meski menerima putusan MKMK, kata Ruslan Sangadji, bukan berarti para pihak itu akan berhenti menyebar hoax dan fitnah terhadap pasangan Prabowo-Gibran.

“Mereka akan terus melakukan ‘serangan udara’ untuk merusak citra Prabowo-Gibran. Tapi kami juga tidak akan tinggal diam. Kami akan melawan mereka. Kami akan kerahkan segala upaya untuk mematikan serangan mereka,” katanya.

Tetapi, lanjut Ruslan, serangan balasan dari RKB, tetap dalam narasi yang santun, tidak menyebar hoax dan tidak kampanye negatif.

Dia menyontohkan, data yang dikumpulkan RKB, ada salah satu capres yang menerima dana dari Amerika. Tetapi karena data itu belum terverifikasi, sehingga RKB tidak mau membukanya ke publik.

RKB Sulteng, kata Ruslan juga mendapatkan data, ada salah satu cawapres yang telah menerima dana trilunan, tapi kemudian berkhianat.

“Tapi ya begitulah, biarkan itu menjadi urusan para elite, kami yang di lapangan hanya mau beradu gagasan, bukan beradu kampanye hitam. Tugas kami hanya mau memenangkan Prabowo-Gibran satu putaran,” tutup Ruslan Sangadji. (**/IKRAM)