PALU- Anggota Komisi XI DPR-RI Muhidin M. Said, menggandeng Bank Indonesia (BI) melaksanakan kegiatan pembagian sembako di sejumlah lokasi di Sulteng.

“Kita ada kerja sama dengan Bank Indonesia dalam hal ini saya, selaku Anggota Komisi XI DPR-RI dalam kegiatan yang bernama Program Sosial Bank Indonesia (PSBI),” kata Muhidin M Said di saat kegiatan penyaluran bantuan sembako di Kelurahan Kamonji, pada Rabu (19/4) siang tadi.

Dia menjelaskan bantuan yang disalurkan berupa sembako, dan minuman serta ada pula peralatan untuk ibadah bagi kaum muslim

“Jadi Ini bukan hanya karena momen lebaran saja, tapi ini sudah berlangsung selama kurang lebih setahun dan sudah lebih dari 20 kali kita laksanakan, ” ungkapnyam

Program ini tambah Muhidin langsung menyasar kepada masyarakat kecil dan diserahkan langsung kepada mereka.

“Kita Menyentuh rakyat kecil karena BI bertujuan guna mengendalikan inflasi apalagi ini menjelang lebaran, ” bebernya.

Pihaknya mengaku akan melakukan giat pembagian sembako seperti itu akan lebih intensif lagi.

“Agar supaya masyarakat kita tidak perlu lagi berlomba lomba ke pasar, karena di paket sembako yang ada, sudah cukup lengkap ada berasnya, ada terigunya, minyak kelapa, gula, susu dan minuman dan lain-lain di dalam paket tersebut, ” sebutnya.

Sehingga tambahnya, dengan adanya penyaluran sembako seperti itu, maka di pasar tidak terjadi lonjakan permintaan pada satu komoditi, atau “permintaan kaget” yang bisa menjadikan harga naik

“Nah ini juga adalah tugas Bank Indonesia, dengan membuat kegiatan seperti ini, agar supaya harga-harga komoditi itu bisa terkendali, dan nilai tukar rupiah kita tetap stabil,” ujarnya.

Dia menggambarkan jika seandainya ribuan masyarakat yang datang membeli beras, maka hal itu kemudian akan bisa memicu kenaikan harga.

“Ini kita lakukan bukan cuma di Kota Palu saja. Kemarin kita masuk di hampir seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sigi, seperti di kecamatan Gumbasa, Tanambulava, dan sebagainya. Selain itu penyaluran sembako seperti ini juga telah dilaksanakan di Tojo Una Una ,Buol dan hampir di seluruh kabupaten yang ada di Sulteng, ” terangnya.

Muhidin menerangkan dalam hal ketersedian stok sembako ini cukup banyak tersedia

“Jumlah Stok sembako ini banyak, jadi sistemnya kita kerjasama dgn BI termasuk OJK. Kalau misalnya, ada bahan yang mengalami kekurangan maka saya yang drop. Hal ini bertujuan agar kebutuhan bahan pokok di Sulteng dapat betul betul terkendali, ” bebernya.

Lebih lanjut Muhidin memaparkan, pasca Covid 19 banyak masyarakat yang mengaku terpuruk ekonominya

“Sehingga karena keadaan ekonomi yang terpuruk itu daya belinya pun hancur, akhirnya memicu terjadinya kerawanan sosial, dan kemiskinan yang ekstrim,” ujarnya.

Melalui bantuan-bantuan ini, pihaknya berharap setidaknya bisa membantu pemerintah dalam mengatasi masalah ekonomi masyarakat.

Reporter: HAMID/Editor: NANANG