PALU – Ketua Forum Pemuda Kaili Bangkit Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kecewa tidak bisa masuk menghadiri pertemuan Jum’at Curhat bersama Kapolresta dan Kapolda tersebut.

Ketua Forum Pemuda Kaili Bangkit, Randir L. Taepo tiba di Hotel Santika Pukul 14.05 WITA, saat mau memasuki ruang pertemuan di lantai II, seorang petugas kepolisian menghadangnya untuk masuk. Pertemuan Jumat curhat sendiri sedianya diagendakan pukul 14.00 WITA.

“Maaf pak tidak boleh lagi masuk,” kata petugas.

Ia pun akhirnya kembali dan turun menuju tempat parkiran.

“Ini kita di ormas bukan satu permasalahan kita tangani, ketika kita mendapat undangan dari Kapolresta untuk dihadiri, katanya ditutup tidak menerima lagi. Saya ini ketua Forum Pemuda Kaili Bangkit, undangan resmi. Setelah sampai di pintu dikatakan full, saya pulang,” kata Randir L Taepo dengan nada kecewa.

Alasan petugas tadi katanya, full, iapun kecewa dengan undangan seperti ini. Hanya karena keterlambatan lima menit, Polisi sudah tidak memberikan akses. Menurut dia, kapan-kapan khusus Kapolres, kalau undang ormas berikan ruang.

“Karena kami punya waktu, bukan hanya ini diurus,”katanya.

Ia mengatakan, seandainya tadi diberi kesempatan masuk menghadiri pertemuan, maka ia mau membicarakan terkait pengamanan swakarsa. Sebab dari dulu, forum pemuda Kaili Bangkit mengadakan Pam Swakarsa di Kota Palu khususnya malam natal.

“Makanya itu, kami hadir siapa tahu juga itu ada Pam Swakarsa.Kalau ada tanya jawabnya itu masalah keamanan lingkungan, kita sampaikan dengan keadaan seperti ini,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah Paur Humas Polresta Palu, Aipda I Kadek Aruna mengatakan, minta maaf atas tidak terakomodirnya beberapa peserta sebab kapasitas ruangan kecil dan terbatas.

Reporter: IKRAM
Editor: NANANG