PALU- Setelah hampir sebulan akses Jalan Vatumorangga ditutup dan di blokade masyarakat Poboya, setelah adanya kesepakatan antara masyarakat dan PT. Citra Palu Mineral (CPM) akhirnya dibuka oleh masyarakat setempat pada pukul 13.00 WITA di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Ahad (30/11).
Kapolresta Palu, Kombes Pol. Barliansyah mengatakan, sebelum dilakukan pembukaan blokade jalan, pada Sabtu (19/11) kemarin dirinya selaku Kapolresta Palu, dan Kabag Ops, Kasat Samapta serta Kapolsek Palu Timur bersama tokoh masyarakat Poboya Sekretaris Adat Poboya Sofyar, Ketua LPM Poboya Herman Repadjori, Ketua Pemuda Poboya Iwan melakukan dialog.
“Dan hari ini kita ketemu dengan perusahaan langsung cek di lapangan dan tidak ada saling dirugikan, semua bisa berjalan dengan baik. Sehingga sekarang dilakukan secara simbolis pembukaan jalan kurang lebih satu bulan ditutup masyarakat,” kata Barliansyah di Jalan Vatumorangga, Kelurahan Poboya, Kota Palu.
Ia mengatakan, kesepakatan itu masyarakat Poboya dan masyarakat lingkar, mereka boleh melakukan kalikit di Kijang 30. Dan akan dibantu oleh perusahaan dibuatkan parit, guna mempermudah masyarakat untuk mengambil material.
Selain itu kata dia, lokasi Kijang 30 ini terpisah dengan perusahaan yang melakukan operasional sehari-hari. “Jadi tidak ada tumpang tindih,” ucapnya.
Ia menambahkan, mereka dari kepolisian menjamin tidak terjadi lagi seperti sebelumnya. Dan masyarakat di berikan ruang waktu untuk melakukan kalikit mulai pukul 18.00 WITA sampai pukul 05.00 WITA dinihari.
“Besok harinya pukul 17.00 WITA sampai 19.00 WITA diberi waktu dua jam melansir kalikit untuk dibawa ke bawah,” katanya.
Selanjutnya lagi, masyarakat diberi kemudahan membuat tenda terpal hanya untuk berteduh dari cuaca, tidak lebih dari pada itu, dan disepakati warga.
“Dan kesepakatan terakhir jalan dibuka dan sudah bisa dilalui baik warga maupun karyawan perusahaan,” sebutnya.
Selaku Kapolresta Palu,ia mengimbau kepada perusahaan maupun masyarakat khusus Poboya, permasalahan sudah berlalu biarlah berlalu, mari merajut hubungan ini kembali kedepan.
“Selama masa transisi menunggu keinginan secara mutlak untuk tambang rakyat oleh pemerintah pusat ini kita jaga semua. Jangan lagi ada letupan-letupan atau riak-riak, ujungnya membuat kegaduhan. Tidak ada lagi ribut-ribut!” pungkasnya.
Perwakilan perusahaan Hidayat Lamakarate mengatakan, pembukaan blokade jalan ini hal yang disepakati bersama. Setelah diberikan pemahaman kepada perusahaan dan masyarakat, bahwa tidak boleh ada pihak bertahan memaksakan kehendak masing-masing.
“Dan Alhamdulillah atas Izin Allah SWT terjadi kesepakatan. Maka ruang-ruang tadi sudah dibuka,” ucapnya.
Dan memang tidak ada yang lain, menurutnya, karena memang hanya itu yang mereka upayakan, diskusikan, komunikasikan.
“Kalau satu sudah selesai, nanti kalau ada lagi masalah dibicarakan lagi. Kan sudah ada saya yang akan mewakili mereka (masyarakat). Saya juga mewakili perusahaan untuk membantu menyelesaikan persoalan ini,” bebernya.
Untuk itu diimbau kepada masyarakat menjaga kepercayaan diberikan ini, jaga keamanan, kebersamaan, agar jangan ada konflik antar masyarakat sendiri, ketika mengambil material.
“Ini yang kita harapkan, sebab ini untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk saya. Tugas saya selesai,” ujarnya.
Sekretaris Adat Poboya Sofyart mengatakan, pembukaan blokade jalan oleh masyarakat, sebab sudah ada kesepakatan. Pada intinya masyarakat sederhana mereka mau makan.
“Masyarakat tidak anti investasi. Tapi tolong dipikirkan juga masyarakat sekitarnya,” ucapnya.
Menurutnya ini langkah awal yang baik untuk kemudian bisa bekerjasama kedepannya, dan saling menjaga. Ia menekankan, masyarakat Poboya masyarakat mau diatur,
” Dengan adanya kesepakatan hari ini, kami sangat bersyukur dan menjadi langkah awal kedepannya lebih bagus ,” katanya.
Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk bisa saling mengerti. “Kalau ada persoalan mari kita bicarakan,” imbuhnya.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Poboya Herman Repadjori memgatakan, pembukaan blokade jalan ini merupakan hasil kerja sama dan sinergitas Tokoh -tokoh masyarakat, LPM , adat , pemuda dan selaku fasilitator Hidayat Lamakarate dan Kapolresta Palu.
Maka dengan dibukanya blokade jalan ini, katanya, masyarakat sudah dapat beraktivitas pada lokasi telah disepakati. Dan masyarakat mulai terlihat sumringah dan bergairah kembali setelah hampir delapan bulan terlihat suram dan lesu sebab tidak ada pemasukan sama sekali.
”Wajah-wajah mereka sudah mulai ceria,” ucap Herman sambil tersenyum.
Olehnya, selaku Ketua LPM dan masyarakat berterima kasih atas dibukannya lokasi tambang, sehingga roda perekonomian masyarakat kembali bergerak.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat dan penambang patuhilah apa telah diputuskan dewan adat dan apa yang dilarang PT.CPM .
” Mari kita menjaga itu, agar tidak terjadi lagi hal-hal tidak diinginkan,” tandasnya.
Reporter: IKRAM
Editor: NANANG

