PALU – Gubernur Sulteng Rusdy Mastura menemui Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DDTT) di Jakarta, Kamis pagi ini (16/6).

Gubernur Sulteng meminta agar percepatan peningkatan kwalitas layanan pemerintahan desa dan ditingkatkan dengan kebijakan Nasional melalui Smart Village, sesuai dengan MoU yang telah ditandantangi bersama di Desa Pakuli, Kabupaten Sigi beberapa bulan lalu.

Dalam pertemuan itu, Rusdy Mastura menyampaikan, gagasannya agar peningkatan kwalitas pengetahuan masyarakat melalui akses informasi agar lebih cepat diwujudkan.

“Melalui akses Informasi dapat memberikan peluang kepada masyarakat juga ada kemudahan masyarakat untuk melihat peluang pasar komoditi diDesanya” Ujar gubernur Sulteng Rusdy Mastura, Kamis (16/6).

Pada kesempatan itu Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi diwakili Sekjen Taufik Madjid menyampaikan apresiasi atas dorongan Gubernur Sulawesi Tengah, terhadap peningkatan layanan pemerintahan desa melalui kebijakan nasional. Apalagi harapannya ADD dapat mendorong percepatan pembangunan desa.

Selanjutnya Sekjen Kemendes, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyampaikan bahwa pada prinsipnya MoU yang telah disepakati antara gubernur dan menteri sudah tidak ada masalah pada materinya. Kesepakatan itu saat ini sedang menunggu waktu untuk ditandatangani.

Menurut kesepakatan, penandatangan tersebut akan dilaksanakan pada September, bersamaan dengan penanaman perdana di kawasan pangan Nusantara, sekaligus akan disaksikan oleh presiden dan lounching 20 desa cerdas,

Sekjen Kemendes juga akan ikut aktif dalam mempersiapkan rencana Persiapan Presiden akan melakukan  penanaman perdana di kawasan pangan nusantara.

Reporter: IRMA
Editor: NANANG