PANDEMI Covid-19 mempengaruhi perekonomian secara luar biasa. Tahun lalu seluruh dunia menghadapi penurunan ekonomi dan menyebabkan kontraksi yang sangat dalam, karena hampir semua negara melakukan pembatasan mobilitas secara ketat, yang memberikan konsekuensi pada perekonomian yang langsung merosot sangat tajam.

Anjloknya perekonomian itu sangat dirasakan oleh Nurtati (40) penjual aneka camilan. Akibat pandemik terpaksa dirinya gulung tikar selama tiga tahun, dirinya harus menelan pahitnya kondisi perekonomian yang benar-benar tidak berpihak kepadanya.

“Saya waktu Covid-19 sempat tiga tahun tidak berjualan camilan. Dulu saya berjualan camilan di Pasar Inpres, saya dengan tanteku penjual camilan pertama di Kota Palu. Saya berjualan sejak tahun 1991,” ujar Nurtati kepada media alkhairaat online yang ditemui di Pasar Harga Terjangkau dan Pameran Produk UMKM, Jalan Tuturuka, Lolu Utara, Rabu (13/4).

Menjual camilan atau snack pendapatannya sangat menjanjikan,namun saat ini penjual camilan sudah menjamur di Kota Palu. Camilan yang dijualnya dibelinya dari partai besar yang ada di Makassar.

“Jika ada modal banyak saya datang langsung beli tapi kalau modal pas- Pasan terpaksa saya pesan lewat online saja.Sekarang ini sudah susah berjualan banyak saingan, apalagi penjual yang punya modal besar ambil camilan langsung di Surabaya,kita pemodal kecil jadi mereka bisa jual murah di bawah harga normal,” keluh Nurtati .

Sekarang ini dirinya berjualan di online dan di pasar murah atau pameran seperti ini. Semoga di bulan Ramadhan tahun ini Allah memberikan berkah kepada dirinya, sehingga jualan camilannya bisa kembali berjaya seperti dulu lagi.

Reporter: IRMA
Editor: NANANG